Pengumuman! Bendera Setengah Tiang 3 Hari untuk Menghormati Try Sutrisno

Aa1xlnla
Aa1xlnla

Pengibaran Bendera Merah Putih Setengah Tiang untuk Menghormati Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno

Pemerintah mengambil langkah resmi dalam menghormati jasa dan perjuangan Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Dalam upaya menghargai kiprahnya sebagai tokoh penting dalam sejarah Indonesia, pemerintah memerintahkan pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang selama tiga hari berturut-turut, yaitu dari tanggal 2 hingga 4 Maret 2026. Langkah ini merupakan bentuk penghormatan terhadap almarhum yang telah wafat pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Instruksi ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menyatakan bahwa pengibaran bendera setengah tiang dilakukan di seluruh wilayah Tanah Air. Surat dengan nomor B-02/M/S/TU.00.00/03/2026 menjadi dasar dari instruksi tersebut. Surat ini ditujukan kepada berbagai lembaga negara, termasuk Gubernur Bank Indonesia, para menteri, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, serta pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural dan kepala daerah di seluruh Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menetapkan tanggal 2 sampai 4 Maret 2026 sebagai Hari Berkabung Nasional.

Upacara Pemakaman yang Penuh Hormat

Upacara pemakaman Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, pada hari yang sama, Senin, 2 Maret 2026. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bertindak sebagai inspektur upacara (Irup). Acara dimulai pukul 13.40 WIB dengan laporan komandan upacara.

Try Sutrisno dimakamkan tepat di samping makam Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo. Di sekitar lokasi pemakaman, terdapat pula makam mantan Ibu Negara, almarhumah Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono. Prosesi pemakaman ini menunjukkan penghargaan tinggi terhadap jasa-jasa almarhum dalam sejarah bangsa.

Peran Penting dalam Sejarah Indonesia

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno adalah salah satu tokoh militer yang kemudian beralih ke dunia politik nasional. Ia menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia pada masa Orde Baru. Kiprahnya yang panjang dalam dunia militer dan pemerintahan menjadikannya sosok yang sangat berpengaruh dalam sejarah modern Indonesia.

Selama beberapa dekade, ia memberikan kontribusi besar dalam berbagai aspek kehidupan bangsa, baik melalui perannya dalam militer maupun pemerintahan. Kehadirannya dianggap sebagai bagian dari fondasi yang membentuk stabilitas dan perkembangan Indonesia.

Pos terkait