Momentum Musim Mudik dan Tantangan yang Menghadang
Musim mudik Idulfitri menjadi momen penting bagi para pengusaha penyewaan kendaraan bermotor. Pada masa ini, biasanya terjadi peningkatan signifikan dalam utilisasi armada dan omzet bisnis. Namun, kondisi ekonomi yang tidak stabil serta pelemahan daya beli masyarakat dapat memengaruhi laju pertumbuhan bisnis rental kendaraan pada tahun ini.
Erwin Suryana, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Organisasi Pengusaha Rental Kendaraan Indonesia (Asperda), menjelaskan bahwa musim mudik dan liburan Idulfitri umumnya menjadi waktu puncak (peak season) untuk bisnis rental. Segmen retail atau Business to Consumer (B2C) cenderung mengalami peningkatan permintaan, sementara segmen Business to Business (B2B) relatif stabil karena terikat kontrak jangka menengah hingga panjang.
Secara historis, rata-rata tingkat permintaan rental kendaraan pada musim mudik Idulfitri bisa tumbuh sekitar 80% – 100% dibandingkan hari biasa. Namun, isu PHK dan penurunan daya beli membuat pertumbuhan melambat. Contohnya, pada musim mudik 2025 lalu, permintaan hanya naik 40% – 50%. Erwin khawatir pada musim ini, pertumbuhan akan kembali melandai ke level 30% – 40%.
“Penurunan daya beli membuat masyarakat menahan belanja atau hanya fokus pada kebutuhan pokok. Mereka cenderung menghindari pengeluaran untuk hal-hal tersier seperti sewa mobil dan perjalanan wisata,” ujar Erwin.
Meski demikian, estimasi tersebut belum final. Asperda berharap ada perbaikan daya beli yang dapat meningkatkan mobilitas masyarakat. Peak season permintaan biasanya terjadi antara H-3 hingga H+4 Idulfitri.
Kenaikan Harga Sewa yang Moderat
Mayoritas pengusaha rental anggota Asperda masih menahan harga sewa. Erwin memperkirakan kenaikan rata-rata harga rental pada musim mudik tahun ini hanya berkisar 10% – 20% dari harga normal. “Pengusaha rental memahami kondisi daya beli masyarakat yang belum stabil,” tambahnya.
Rescky Noerela Roma, Ketua Umum Rent Car Indonesia (RCI), juga mengantisipasi perlambatan permintaan. Namun, ia tetap optimistis dengan potensi pertumbuhan okupansi dan omzet sekitar 70% – 90% dibandingkan periode di luar musim Lebaran.
Menurut Rescky, infrastruktur dan jalan tol yang lebih baik serta pembangunan tempat wisata baru di beberapa daerah bisa menjadi pendorong bisnis rental kendaraan. Ia memprediksi kenaikan tarif sewa rata-rata mencapai 20% – 40% dibandingkan hari biasa, tergantung jenis kendaraan dan durasi sewa.
Strategi Pengusaha Rental di Musim Mudik
Perusahaan sewa kendaraan dari Grup Astra, TRAC, melihat peluang pertumbuhan bisnis dari musim mudik. Chief Operating Officer TRAC, Halomoan Fischer, memproyeksikan tingkat utilisasi armada TRAC pada musim mudik Idulfitri tahun ini akan mencapai 95% – 100%.
Halomoan merujuk data Kementerian Perhubungan yang memperkirakan jumlah pemudik pada tahun 2026 akan mencapai 143,9 juta orang. Dengan estimasi tersebut, TRAC memprediksi permintaan rental kendaraan dapat tumbuh sekitar 5% – 10% dibandingkan periode musim mudik Lebaran tahun 2025 lalu.
Untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan, TRAC menyiapkan armada tambahan hingga 50% dari hari biasa. Selain itu, TRAC mengusung strategi kemudahan akses pemesanan digital melalui aplikasi. Salah satu pembaruan layanan adalah mempersingkat booking window pemesanan. Pelanggan dapat melakukan pemesanan mulai dari 2 jam sebelum perjalanan.
Dari sisi harga, TRAC memberikan promo lebaran dengan diskon 10% (durasi 3-6 hari), 15% (durasi minimal 7-9 hari), serta 20% (durasi minimal 10 hari). Periode pemesanan berlaku hingga 28 Maret 2026, dengan periode pemakaian pada 14 – 28 Maret 2026.
Strategi Pengusaha Rental Lainnya
Sementara itu, Pendiri Trans Bhinneka Indonesia Joko Hariyanto mencatatkan kenaikan permintaan hingga 20% – 25% dibandingkan hari biasa. Rata-rata pelanggan Trans Bhinneka Indonesia memberikan uang muka jauh-jauh hari agar bisa mendapatkan unit kendaraan yang diinginkan.
Joko menjaga harga sewa dengan tingkat kenaikan maksimal 10%. Selain itu, ia menambah jumlah armada rental serta menjalin kolaborasi dengan pengusaha rental lain untuk berbagi pelanggan saat pesanan melebihi kapasitas armada yang tersedia.
“Alhamdulillah kami masih bisa berbagi dengan teman-teman rental lainnya. Strategi yang kami terapkan tidak menaikkan harga yang tinggi sehingga masih terjangkau oleh pelanggan yang mau Lebaran di kampung,” ujarnya.





