Penurunan Penjualan Sasis Bus di Indonesia
Penjualan sasis bus di Indonesia mengalami penurunan sebesar 19 persen pada tahun 2025, menurut data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dibandingkan dengan penjualan pada tahun 2024. Angka ini mencerminkan perubahan signifikan dalam permintaan pasar terhadap kendaraan angkutan umum.
Volume penjualan sasis bus di pasar domestik secara wholesales (penjualan dari pabrikan ke diler) pada 2025 hanya mencapai 4.541 unit, turun sebanyak 1.100 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya tekanan yang signifikan terhadap industri transportasi darat di Indonesia.
Susilo Darmawan, Sales & After Sales Director PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), mengakui bahwa penurunan penjualan ini cukup besar dan tidak dapat dipungkiri. Menurutnya, salah satu faktor utama adalah adanya pembatasan larangan untuk mengadakan tour di beberapa daerah. “Pembatasan tersebut memengaruhi aktivitas wisata dan pengangkutan penumpang,” ujarnya.
Selain itu, penurunan volume penumpang juga menjadi faktor penting. “Jika jumlah penumpang berkurang, maka hasil operasional pengusaha transportasi akan turun,” tambah Susilo.
Faktor kedua yang menyebabkan penurunan penjualan adalah situasi ekonomi yang belum stabil. “Kondisi ini membuat perusahaan pembiayaan lebih hati-hati dalam memberikan kredit kepada konsumen karena risiko yang tinggi,” jelas Susilo.
Produk Sasis Bus yang Dipasarkan oleh Hino
Di pasar Indonesia, Hino saat ini memasarkan beberapa tipe sasis bus yang terdiri dari segmen bus besar 4×2 dan bus medium 4×2 dengan mesin depan dan belakang serta microbus berstandar Euro 4.
Di lini bus besar, Hino menawarkan model-model seperti Hino RM280 ABS, Hino RK280 STD dan RK280 ABS yang keduanya bermesin belakang untuk sektor transportasi antarkota jarak jauh dan pariwisata. Selain itu, Hino A240 bermesin depan digunakan dalam transportasi antarkota jarak pendek hingga jarak menengah yang sering berhenti dan berangkat.
Di pasar bus Indonesia, tiga model sasis bus Hino ini bersaing ketat dengan tiga varian sasis bus bermesin belakang dari PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCV), yaitu Mercedes-Benz OH 1626 L, OH 1626 S, dan OF 1635 RF yang didukung mesin 6-silinder 6.374 cc berstandar Euro 4.
Segmen Bus Medium dan Microbus
Di segmen bus medium, Hino memasarkan Hino GB 150 series yang digunakan untuk sektor pariwisata, transportasi kota, dan angkutan karyawan, serta Hino 136 MDBL STD. Model GB150 series memiliki empat varian, yaitu GB150, GB150 L, GB150 L AT, dan GB150 AT.
Di segmen microbus, Hino memasarkan model 115 SDB STD dan 115 SDBL STD. Seluruh sasis microbus tersebut juga memiliki spesifikasi Euro 4.





