Industri otomotif di Indonesia terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan, khususnya pada awal tahun 2026. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) melaporkan bahwa penjualan mobil secara wholesale pada Januari 2026 mencapai 66.447 unit, meningkat sebesar 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan ritel dari dealer ke konsumen mencapai 66.936 unit, atau naik 4,5% secara YoY.
PT Mandiri Utama Finance (MUF) mengamati tren positif ini sebagai indikasi bahwa permintaan kendaraan masih stabil dan menjadi sinyal baik bagi industri multifinance. Plt Direktur Utama MUF Dapot Parasian Sinaga menyatakan bahwa kondisi tersebut menunjukkan bahwa permintaan kendaraan tetap terjaga, sehingga dapat menjadi dasar untuk mendorong pertumbuhan kinerja pembiayaan kendaraan pada tahun ini.
“Meskipun demikian, kami tetap memantau perkembangan pasar secara berkala agar pertumbuhan pembiayaan kendaraan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Dapot dalam wawancara dengan media nasional, Minggu (1/3/2026).
Secara keseluruhan, Dapot optimis prospek pembiayaan kendaraan pada 2026 cukup baik. Ia melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama karena kebutuhan kendaraan tetap menjadi prioritas bagi masyarakat, baik untuk mobilitas harian maupun aktivitas produktif. “Apalagi menjelang Lebaran, biasanya permintaan kendaraan cenderung meningkat karena kebutuhan perjalanan bersama keluarga,” tambahnya.
Dopot juga menyampaikan bahwa penyaluran pembiayaan kendaraan oleh MUF pada Januari 2026 tercatat tumbuh sebesar 17,2% secara YoY. Untuk mendukung kinerja pembiayaan kendaraan sepanjang tahun ini, MUF akan terus memperkuat kerja sama dengan jaringan dealer dan menghadirkan berbagai program pembiayaan yang menarik.
Selain itu, MUF juga memanfaatkan sinergi dengan ekosistem Mandiri Group guna menjangkau nasabah dengan profil risiko yang baik. Hal ini diharapkan dapat membantu menjaga pertumbuhan pembiayaan kendaraan agar tetap stabil.
Sebagai informasi, pasar otomotif yang sempat tertekan pada tahun lalu memberikan dampak pada sektor pembiayaan kendaraan multifinance. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa pembiayaan mobil baru multifinance tercatat sebesar Rp 142,59 triliun per November 2025, dengan penurunan sebesar 4,65% secara YoY. Sementara itu, penyaluran pembiayaan mobil bekas di industri multifinance mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,42%, dengan nilai mencapai Rp 87,46 triliun per November 2025.
Untuk tahun 2026, OJK memproyeksikan bahwa kinerja pembiayaan mobil bekas akan relatif lebih resilien atau tetap kuat. Meskipun demikian, pembiayaan mobil baru juga memiliki potensi untuk kembali tumbuh pada tahun ini.





