Pentagon Kolaborasi dengan OpenAI, Tarik-Tarik Etika dan Teknologi Militer AS

Dall E 2024 01 17 15.19.45 Illustration For An Article Titled Openai Drops Ban On Military Tools To Partner With The Pentagon. The Image Should Be In A Positive And Light Pixa 1024x585 1
Dall E 2024 01 17 15.19.45 Illustration For An Article Titled Openai Drops Ban On Military Tools To Partner With The Pentagon. The Image Should Be In A Positive And Light Pixa 1024x585 1

Perkembangan Terbaru dalam Industri Kecerdasan Buatan di Amerika Serikat

Lanskap industri kecerdasan buatan (AI) Amerika Serikat (AS) memasuki fase strategis baru setelah Pentagon resmi menggandeng OpenAI untuk memasok teknologi AI ke jaringan militer rahasia. Keputusan ini diambil hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump memerintahkan penghentian penggunaan layanan Anthropic, pesaing utama OpenAI, akibat kebuntuan terkait standar etika penggunaan teknologi tersebut.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh sebuah media internasional, kesepakatan OpenAI dengan Pentagon ini bukan sekadar kontrak komersial, melainkan cerminan tarik-ulur antara kepentingan pertahanan nasional dan batas etika pengembangan kecerdasan buatan. Di tengah rivalitas industri yang juga melibatkan raksasa teknologi global, keputusan Washington berpotensi membentuk ulang arsitektur kebijakan AI militer Amerika Serikat.

Kesepakatan tersebut diumumkan langsung oleh CEO OpenAI, Sam Altman, pada Jumat malam waktu setempat. Dia menegaskan bahwa kontrak dengan Pentagon mencakup batasan etis yang jelas. Altman menulis di platform X, “Dua prinsip keselamatan terpenting kami adalah larangan terhadap pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk untuk sistem senjata otonom.” Dia menambahkan, “Pentagon setuju dengan prinsip-prinsip tersebut, mencerminkannya dalam hukum dan kebijakan, dan kami memasukkannya ke dalam perjanjian.”

Penegasan itu menjadi penting karena sebelumnya Anthropic mengalami kebuntuan negosiasi dengan Departemen Pertahanan AS. Perusahaan meminta jaminan agar teknologinya tidak digunakan untuk dua hal tersebut, sementara pemerintah disebut menginginkan fleksibilitas lebih luas. Ketegangan memuncak ketika Trump melalui platform Truth Social menyatakan, “Kelompok kiri radikal di Anthropic telah membuat KESALAHAN BESAR dengan mencoba MEMAKSA Pentagon mematuhi ketentuan layanan mereka alih-alih Konstitusi kami.” Dia kemudian memerintahkan seluruh lembaga federal untuk segera menghentikan penggunaan teknologi Anthropic.

Di tengah kontroversi tersebut, Altman juga menyampaikan harapan agar standar etika yang disepakati OpenAI berlaku setara bagi seluruh perusahaan kecerdasan buatan yang bernegosiasi dengan pemerintah. Dia mengatakan, “Kami berharap Pentagon menawarkan ketentuan yang sama kepada semua perusahaan AI sebagai cara untuk meredakan eskalasi tindakan hukum dan pemerintahan menuju kesepakatan yang masuk akal.”

Namun, situasi di internal industri tidak sepenuhnya solid. Hampir 500 karyawan OpenAI dan Google menandatangani surat terbuka yang menyatakan, “Kami tidak akan dipecah-belah.” Dalam surat itu juga disebutkan, “Pentagon sedang bernegosiasi dengan Google dan OpenAI untuk mencoba membuat mereka menyetujui apa yang telah ditolak Anthropic. Mereka mencoba memecah setiap perusahaan dengan ketakutan bahwa yang lain akan menyerah.”

Menanggapi kekhawatiran internal, Altman dalam memo kepada karyawan menegaskan, “Terlepas dari bagaimana kita sampai di sini, ini bukan lagi sekadar isu antara Anthropic dan Pentagon; ini adalah isu bagi seluruh industri dan penting untuk memperjelas posisi kita.” Dia kembali menekankan, “Kami telah lama meyakini bahwa AI tidak boleh digunakan untuk pengawasan massal atau senjata mematikan otonom, dan manusia harus tetap berada dalam lingkar pengambilan keputusan berisiko tinggi. Inilah batas tegas yang tidak akan kami kompromikan.”

Anthropic pun bertahan pada sikapnya. Dalam pernyataan resmi, perusahaan itu menegaskan, “Tidak ada intimidasi atau hukuman dari Pentagon yang akan mengubah posisi kami terkait pengawasan massal domestik maupun senjata yang sepenuhnya otonom.” Mereka juga menyatakan telah bernegosiasi dengan itikad baik dan menambahkan, “Setahu kami, pembatasan tersebut tidak memengaruhi satu pun misi pemerintah hingga saat ini.”

Kesepakatan OpenAI–Pentagon ini pada akhirnya menegaskan bahwa pertarungan AI global bukan semata soal valuasi perusahaan yang bagi OpenAI disebut mencapai 840 miliar dolar AS, melainkan tentang siapa yang menentukan batas moral penggunaan teknologi paling berpengaruh abad ini. Tarik-ulur antara keamanan nasional dan etika kecerdasan buatan kini resmi menjadi panggung geopolitik baru Amerika Serikat.


Pos terkait