Penutupan festival takjil Ramadan di Sanggau berlangsung meriah

Img 20220424 Wa0016 1
Img 20220424 Wa0016 1

Festival Kuliner Takjil Ramadan di Sanggau Berdampak Positif pada Ekonomi Lokal

Festival Kuliner Takjil Ramadan yang digelar di kawasan Istana Surya Negara, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, telah resmi ditutup pada Minggu 1 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai dari tanggal 27 Februari hingga 1 Maret 2026. Sebagai salah satu even tahunan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati bulan suci Ramadan, festival ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi dan kuliner bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum penting untuk penguatan ekonomi lokal.

Menurut Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sanggau, Libertus Toto Martono, festival ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan pengunjung. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Muara Kantu Sanggau. Hal ini menandai langkah inovatif dari komunitas setempat dalam mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Festival Kuliner Ramadan tahun ini luar biasa, karena ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan oleh Pokdarwis Muara Kantu,” ujarnya saat berada di kawasan Istana Surya Negara, Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu 1 Maret 2026.

Ia menilai bahwa kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan dengan lebih baik lagi di masa mendatang. Antusiasme masyarakat serta jumlah pengunjung yang meningkat selama Ramadan menjadi indikator positif bagi keberlanjutan acara ini. Selain itu, festival ini juga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Peran Penting Pokdarwis dan Sinergi Komunitas

Libertus Toto Martono menekankan bahwa peran Pokdarwis sangat penting dalam menjaga kualitas dan daya tarik acara seperti ini. Ia menyampaikan dukungan penuh kepada Pokdarwis Muara Kantu untuk terus berinovasi dalam menyelenggarakan even-even yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana promosi produk lokal dan penguatan identitas budaya.

“Kami dari Disporapar memberi motivasi kepada Pokdarwis Muara Kantu, untuk terus berinovasi membuat even-even. Agar bisa membawa dampak bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM, di sekitar kawasan Istana Surya Negara,” tambahnya.

Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha juga menjadi faktor kunci dalam kesuksesan festival ini. Ia menilai bahwa kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam menggerakkan sektor ekonomi kreatif. Di bulan suci Ramadan, kegiatan seperti ini juga memiliki makna tersendiri, yaitu sebagai bagian dari persiapan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Masa Depan Festival yang Lebih Baik

Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung berbagai bentuk kegiatan positif seperti ini. Ia optimis bahwa kegiatan yang berbasis masyarakat dan mengedepankan inovasi akan terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.

Pengelolaan acara yang lebih profesional dan konsisten dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas festival di masa depan. Selain itu, pemanfaatan media dan platform digital juga diperlukan agar lebih banyak masyarakat dapat mengakses informasi tentang even-even semacam ini.

Kesimpulan

Festival Kuliner Takjil Ramadan di Sanggau tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk penguatan ekonomi lokal dan pengembangan potensi pariwisata. Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, acara ini menunjukkan potensi besar dalam menggerakkan sektor kreatif dan UMKM. Dengan terus ditingkatkan kualitasnya, festival ini bisa menjadi contoh sukses dalam membangun ekonomi daerah yang berkelanjutan.


Pos terkait