Penyebab bau mulut saat puasa, cara mencegahnya dari ahli gigi

Aa1xmeyf 2
Aa1xmeyf 2

Penyebab Bau Mulut Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Bau mulut atau halitosis sering menjadi keluhan umum selama bulan puasa. Hal ini dapat mengganggu rasa percaya diri seseorang, terutama saat berbicara dengan orang lain. Untuk memahami penyebab bau mulut dan cara mencegahnya, berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab Bau Mulut Saat Puasa

Dalam dunia medis, bau mulut dikenal sebagai oral malodor atau halitosis. Menurut Usman Sumantri, Ketua Umum PB PDGI Periode 2025-2030, salah satu penyebab utama bau mulut saat puasa adalah berkurangnya produksi air liur. Selama berpuasa, tidak ada asupan makanan dan minuman yang merangsang produksi air liur. Padahal, air liur berfungsi sebagai pembersih alami rongga mulut karena mengandung protein yang menjaga keseimbangan pH dan mikroorganisme.

Ketika produksi air liur menurun, bakteri lebih mudah berkembang. Bakteri tersebut menguraikan sisa makanan, protein, dan sel mati menjadi senyawa sulfur volatil (volatile sulfur compounds/VSC) yang menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, bau mulut juga bisa dipicu oleh proses pembakaran lemak atau ketosis. Saat tubuh kekurangan energi, lemak dibakar dan menghasilkan senyawa keton yang keluar melalui napas dengan aroma khas.

Faktor Internal dan Eksternal

Menurut Prof Dr Ahmad Syaify, Sp.Perio (K), Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, penyebab bau mulut terbagi menjadi dua, yakni faktor intra oral (dari dalam mulut) dan ekstra oral (di luar mulut). Sebagian besar kasus bau mulut berasal dari dalam mulut, seperti plak, karang gigi, sisa makanan, gigi berlubang, atau masalah gusi. Sementara itu, faktor ekstra oral bisa dipicu oleh penyakit sistemik seperti diabetes, gangguan lambung, hingga infeksi saluran pernapasan.

Pengaruh Dehidrasi dan Asam Lambung

Selama puasa, tubuh rentan mengalami dehidrasi. Kondisi ini menyebabkan mulut kering atau xerostomia, di mana air liur mengental dan alirannya melambat sehingga memicu perubahan aroma napas. Lambung yang kosong dalam waktu lama juga dapat meningkatkan produksi asam lambung. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat memicu refluks atau naiknya gas dari lambung yang menyebabkan bau tidak sedap.

Tips Mencegah Bau Mulut Saat Puasa

Untuk mencegah bau mulut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Menyikat gigi dan membersihkan lidah setelah sahur dan sebelum tidur.
  • Menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi.
  • Berkumur dengan obat kumur tanpa alkohol.
  • Memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka.
  • Mengonsumsi makanan berserat dan tinggi kandungan air.
  • Menghindari makanan tinggi gula, terlalu gurih, berlemak jenuh, serta makanan berbau menyengat.

Jika bau mulut tetap terjadi meski kebersihan sudah dijaga, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter gigi karena bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan gigi dan mulut. Dengan menjaga kebersihan rongga mulut dan pola makan yang sehat, kita bisa mengurangi risiko bau mulut selama puasa.

Pos terkait