Pep Marah, Laga Leeds vs City Terhenti Saat Buka Puasa

Mahrezjpg 20210916105952
Mahrezjpg 20210916105952

Momen Unik dalam Laga Leeds United vs Manchester City

Pada pertandingan lanjutan Liga Inggris antara Leeds United dan Manchester City yang berlangsung pada Minggu 1 Maret 2026 di Stadion Elland Road, terjadi momen tak biasa yang menarik perhatian publik. Saat laga memasuki menit ke-13, wasit memutuskan untuk menghentikan pertandingan sejenak demi menghormati pemain yang sedang berpuasa.

Momen ini terjadi karena beberapa pemain Manchester City yang sedang menjalani puasa Ramadan. Pemain-pemain tersebut adalah Omar Marmoush, Rayan Cherki, dan Rayan Ait-Nouri. Untuk menghadapi kondisi tersebut, mereka menyantap takjil praktis seperti air minum, vitamin, serta gel energi agar tetap memiliki tenaga selama pertandingan.

Di layar raksasa stadion, terdapat pesan yang menyatakan bahwa pertandingan dihentikan sementara untuk memberi kesempatan kepada para pemain berpuasa berbuka. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi agama yang sedang dijalani oleh beberapa pemain.

Namun, momen ini tidak sepenuhnya lancar karena adanya aksi suporter Leeds United yang dinilai tidak sopan. Mereka mengejek pemain Manchester City yang sedang berpuasa. Tindakan ini menimbulkan reaksi dari pelatih Manchester City, Pep Guardiola, yang merasa tidak nyaman dengan sikap suporter tersebut.

Pep Guardiola menyampaikan kekecewaannya melalui pernyataannya. Ia menegaskan bahwa dunia modern seharusnya mampu menghargai keragaman dan agama lain. “Ini dunia modern, kan? Lihat apa yang terjadi di dunia saat ini. Hormati agama, keragaman, itulah intinya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan tentang aturan Liga Inggris yang memperbolehkan wasit menghentikan pertandingan selama beberapa menit agar pemain yang berpuasa bisa berbuka. Menurutnya, wasit memiliki kewenangan untuk memberikan waktu bagi pemain tersebut.

“Premier League mengatakan kalian bisa memberi waktu satu atau dua menit, kalian bisa memberi waktu bagi pemain yang berpuasa untuk berbuka puasa,” kata Pep. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya hanya memberi sedikit vitamin kepada pemain yang tidak makan hari itu, dan hal itu tidak lebih dari sekadar kebutuhan dasar.

Pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Manchester City dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Antoine Semenyo pada menit tambahan babak pertama.

Peristiwa yang Menggambarkan Pentingnya Penghargaan terhadap Keragaman

Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana olahraga dapat menjadi wadah untuk menunjukkan penghargaan terhadap keragaman budaya dan agama. Meskipun ada tantangan dari sisi suporter, tindakan wasit dan manajemen klub menunjukkan komitmen untuk menghormati setiap individu, terlepas dari latar belakang agama mereka.

Dalam konteks yang lebih luas, kejadian ini juga mengingatkan pentingnya edukasi dan kesadaran akan keragaman dalam masyarakat. Dengan menghargai perbedaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan saling menghormati.


Pos terkait