Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengajukan permintaan khusus kepada pemerintah Indonesia. Ia meminta agar pengiriman pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Jalur Gaza melalui Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) ditangguhkan sementara waktu. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan bersama terhadap Iran.
Dino menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengirim surat ke Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Isi surat tersebut akan memberitahu bahwa Indonesia akan menunda pengiriman pasukan perdamaian untuk ISF di Gaza, sambil melakukan evaluasi terhadap situasi yang sedang berkembang di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Dino melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @dinopattidjalal pada hari Ahad, 1 Maret 2026.
Sebagai Ketua sekaligus Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino menyatakan bahwa pesan ini akan menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki prinsip dan pendirian kuat. Ia menekankan bahwa pemerintah harus berhati-hati dalam menghindari risiko pasukan Indonesia terjebak dalam konflik antara AS-Israel dengan Iran.
Menurut Dino, konflik ini bisa saja berdampak langsung pada Indonesia. Hal ini karena Hamas dan kelompok-kelompok lain di Palestina memiliki hubungan erat dengan Iran. “Apalagi pasukan perdamaian Indonesia nanti akan berada di bawah komando Amerika Serikat dan di bawah kendali Donald Trump sebagai ketua dari Board of Peace,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa misi perdamaian Indonesia tidak boleh menyimpang dari mandat ISF, meskipun secara tidak disengaja. Dino menilai pentingnya menjaga konsistensi dan kepatuhan terhadap tujuan utama misi tersebut.
Serangan tanpa provokasi sebelumnya dilakukan oleh Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Operasi militer gabungan antara AS dan Israel ini menjadi pemicu meningkatnya ketegangan di kawasan. Beberapa ledakan terdengar di ibu kota Iran, Teheran, dengan asap tebal terlihat membubung di beberapa bagian kota. Selain di Teheran, ledakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah kota lain seperti Kermanshah, Lorestan, Tabriz, Isfahan, dan Karaj, menurut laporan media lokal.
Di sisi lain, Indonesia telah merencanakan pengiriman 8.000 prajurit ke Jalur Gaza. Jumlah ini lebih besar dibandingkan negara-negara lain yang terlibat dalam ISF. Total pasukan gabungan untuk misi di Gaza diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu prajurit. Namun, rencana ini mendapat kritik dari berbagai pihak.
Forum Purnawirawan Prajurit (FPP) TNI juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan rencana pengiriman tentara tersebut. FPP menilai keterlibatan Indonesia dalam pasukan stabilisasi internasional yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump ini melanggar konstitusi. Jenderal (Purn) Fachrul Razi menjelaskan bahwa selama ini keterlibatan Indonesia dalam pasukan perdamaian internasional hanya boleh dilakukan atas mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan bukan organisasi lain.
“Apalagi ini lewat Board of Peace yang dipimpin jenderal Amerika. Ini sungguh menyinggung perasaan teman-teman Palestina,” kata Fachrul usai menggelar pertemuan FPP di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Selain itu, penerjunan pasukan dalam skala besar semacam ini juga harus atas koordinasi, konsultasi, serta persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). FPP menilai ketiadaan proses perencanaan yang matang dengan DPR, lalu hanya diputuskan oleh Presiden, menunjukkan bahwa keterlibatan TNI dalam ISF bukan agenda negara, melainkan agenda Prabowo sebagai individu.
Dede Leni Mardianti berkontribusi dalam penulisan artikel ini.





