Imbauan KBRI Riyadh untuk WNI di Tengah Situasi Keamanan yang Meningkat
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh telah mengeluarkan imbauan khusus kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Arab Saudi. Imbauan ini dikeluarkan menyusul meningkatnya dinamika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Menjaga Ketenangan dan Kewaspadaan
Dalam poin pertama dari edaran tersebut, KBRI menekankan pentingnya menjaga ketenangan di tengah situasi yang berkembang. “Tetap tenang dan tidak panik, namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di sekitar domisili masing-masing,” demikian pernyataan KBRI dalam himbauan yang dirilis pada Ahad, 1 Maret 2026.
Beberapa ledakan mengguncang ibu kota Iran, Teheran, pada Sabtu, 28 Februari 2026. Ledakan ini disebut sebagai hasil dari serangan yang dilakukan oleh pejabat Amerika Serikat terhadap Al Jazeera, yang diduga merupakan operasi gabungan dengan Israel. Pada hari yang sama, ledakan juga terdengar di Qatar, Kuwait, Abu Dhabi, dan Manama setelah Iran meluncurkan rudal ke arah Israel.
Mengakses Informasi dari Sumber Terpercaya
KBRI juga menyarankan agar WNI hanya mengakses informasi dari sumber resmi dan terpercaya. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari disinformasi yang bisa memicu kepanikan di kalangan masyarakat diaspora Indonesia. Selain itu, WNI diimbau untuk mengikuti arahan dari otoritas Pemerintah Arab Saudi dan KBRI.
Memastikan Laporan Diri
Seluruh WNI diminta untuk memastikan bahwa mereka sudah melakukan lapor diri. Bagi yang belum, pendaftaran dapat segera dilakukan melalui laman Peduli WNI milik Kementerian Luar Negeri. Perwakilan RI menegaskan bahwa pendataan ini sangat krusial untuk memudahkan komunikasi dan perlindungan apabila terjadi keadaan darurat.
Bergabung dalam Grup WhatsApp Resmi
Di samping itu, WNI dianjurkan untuk bergabung dalam grup WhatsApp resmi paguyuban di wilayah masing-masing. Tujuannya adalah untuk memperlancar koordinasi antar sesama WNI. Mereka juga diminta menyiapkan dokumen penting seperti paspor dan iqama dalam bentuk fisik maupun digital agar mudah diakses sewaktu-waktu.
Menunda Perjalanan yang Tidak Mendesak
Terkait mobilitas, KBRI mengimbau penundaan perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah yang berpotensi terdampak eskalasi keamanan. “Menunda perjalanan yang tidak mendesak ke negara atau wilayah yang berpotensi terdampak eskalasi situasi keamanan,” tulis KBRI dalam himbauannya.
Kontak Darurat
Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh melalui WhatsApp di nomor +966 569173990. KBRI menyatakan bahwa mereka terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan akan menyampaikan informasi lanjutan apabila terdapat hal-hal yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari WNI.





