Kondisi Bandara Internasional Jeddah yang Sepi Akibat Ketegangan Regional
Bandara Internasional Jeddah di Arab Saudi kini terlihat sepi, dampak dari ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran yang telah berlangsung sejak akhir pekan lalu. Hal ini disampaikan oleh Habib Idrus Al-Gadri, pemilik perusahaan travel Safarah Ziarah Haramain Tour & Travel Depok.
Habib Idrus menjelaskan bahwa 25 jemaah umrah dari travel miliknya baru saja meninggalkan Bandara Internasional Jeddah pada hari Minggu kemarin. Ia menyebutkan bahwa saat itu hanya ada beberapa rombongan jemaah yang masih berada di bandara tersebut.
“Di Jeddah itu yang ada cuma travel kita doang dan beberapa orang,” ujarnya pada Senin pagi.
Ia menduga bahwa jemaah umrah dari travel miliknya menjadi rombongan terakhir yang meninggalkan bandara sebelum penerbangan ditutup sementara. Menurut pengakuannya, pesawat yang membawa jemaah umrah tersebut merupakan pesawat terakhir dari maskapai penerbangan Saudi yang lepas landas semalam.
“Dan kebetulan ya, kita itu pesawat terakhir dari pesawat Saudi semalam. Semalam tiba, 4 jam kemudian Bandara Jeddah tutup,” tambahnya.
Selama berada di Bandara Internasional Jeddah, para jemaah umrah merasa bingung dan panik karena banyak penerbangan yang mengalami perubahan jadwal. Namun, situasi ini tidak membuat mereka kehilangan harapan, karena petugas dari Kementerian Haji dan Umrah RI segera menangani situasi tersebut.
[NAMA PEMESAN]
[NAMA PEMESAN]
Petugas dari Kemenhaj langsung turun tangan untuk memastikan keberadaan jemaah umrah Indonesia. Mereka melakukan pemeriksaan dan memberikan informasi terkini tentang kondisi bandara serta prosedur penerbangan yang mungkin berubah.
“Nah itu langsung turun tangan untuk mengecek keberadaan jemaah umrah Indonesia dari Kemenhaj,” ujar Habib Idrus.
Dengan adanya penutupan sementara penerbangan di Bandara Jeddah, jemaah umrah dari berbagai travel menghadapi tantangan dalam perjalanan pulang. Meskipun begitu, dukungan dari pihak berwenang dan kesigapan petugas memberikan rasa aman dan ketenangan bagi para jemaah.
Beberapa jemaah juga mengungkapkan rasa khawatir terhadap masa depan perjalanan umrah di tengah ketegangan regional yang terjadi. Mereka berharap agar situasi dapat segera stabil sehingga aktivitas ibadah umrah dapat berjalan kembali seperti biasanya.
Kondisi ini juga menjadi perhatian serius bagi perusahaan travel yang selama ini menggelar jemaah umrah. Mereka terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan jemaah.
Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah umrah, terutama dalam menghadapi situasi darurat dan ketidakpastian. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang baik, diharapkan masalah seperti ini tidak akan terulang kembali.





