Perang AS-Israel Meluas, Harga Emas Naik Drastis

Aa1xkzfc 2
Aa1xkzfc 2



JAKARTA — Harga emas mengalami kenaikan signifikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Peristiwa ini memicu para investor untuk mencari aset yang dianggap aman, seperti logam mulia, sebagai perlindungan terhadap volatilitas pasar keuangan global.

Berdasarkan data dari Bloomberg pada Senin (2/3/2026), harga emas di pasar spot naik sebesar 1,9% menjadi US$5.380,91 per troy ounce. Sementara itu, harga emas Comex juga menguat 1,9% menjadi US$5.343,40 per troy ounce. Pada awal perdagangan, logam mulia tersebut sempat mencapai kisaran US$5.390 per ons, menunjukkan peningkatan lebih dari 2%.

Emas telah mencatat kenaikan lebih dari 3% sepanjang pekan lalu, didorong oleh peningkatan tensi konflik di kawasan tersebut. Pada akhir pekan, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, yang dibalas dengan serangan rudal dari Teheran ke beberapa target di berbagai negara. Dalam laporan terbaru, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada hari pertama serangan tersebut.

Ketegangan geopolitik yang semakin memburuk serta kebijakan luar negeri Presiden AS Donald Trump menjadi faktor utama dalam penguatan harga emas. Selain itu, pembelian emas oleh bank sentral dan pergeseran investasi dari obligasi serta mata uang pemerintah turut mendorong reli harga logam ini.

Sejak awal tahun, harga emas telah melonjak sekitar 25%, meskipun sempat terkoreksi dari rekor tertinggi di atas US$5.595 per ons pada akhir Januari. Pada Februari, emas mencatat kenaikan bulanan yang ketujuh berturut-turut, sebuah tren terpanjang sejak tahun 1973.

Ahmad Assiri, analis dari Pepperstone Group Ltd., menyatakan bahwa penguatan emas pada awal pekan ini merupakan indikasi awal dari investor yang mencari aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian regional. Hal ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi pilihan utama dalam situasi krisis.

Di sisi lain, AS dan Israel melancarkan serangan ke berbagai wilayah Iran pada Sabtu. Mereka menyerukan masyarakat untuk bangkit melawan rezim Islam. Iran membalas dengan serangan rudal yang menargetkan Israel serta pangkalan dan fasilitas militer AS di beberapa negara, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain.

Selain emas, harga minyak juga melonjak terbesar dalam empat tahun terakhir, dipicu oleh penutupan efektif Selat Hormuz yang mengguncang pasar minyak global. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,4% pada awal perdagangan Senin.

Hong Hao, Chief Investment Officer di Lotus Asset Management Ltd., menilai bahwa kenaikan logam mulia dan komoditas lainnya, meski dolar menguat, menunjukkan bahwa aset keras menjadi mata uang sesungguhnya di tengah periode luar biasa ini. Ini menunjukkan bahwa investor semakin percaya pada nilai intrinsik dari aset-aset seperti emas dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi dan politik.

Pos terkait