Perang AS vs Iran Dapat Berlangsung 4 Minggu, Trump Di Hadapan Kritik Amerika

851d1630 F0ef 11ee 9c46 151a4c7500cd 5
851d1630 F0ef 11ee 9c46 151a4c7500cd 5

Perkiraan Durasi Perang Amerika Serikat vs Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pernah menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran kemungkinan akan berlangsung selama empat minggu. Pernyataan ini disampaikan kepada surat kabar Inggris Daily Mail dalam wawancara terbaru, Minggu (1/3/2026). Menurutnya, proses seperti ini biasanya memakan waktu sekitar empat minggu.

“Prosesnya selalu memakan waktu empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu,” katanya. Ia juga menambahkan, “Sekuat apa pun Iran, ini adalah negara yang besar, akan membutuhkan waktu empat minggu atau kurang.”

Serangan gabungan AS dan Israel sebelumnya telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya. Pasukan Iran merespons dengan mengirimkan rudal dan drone yang menyerang pangkalan militer AS serta target lain di seluruh Timur Tengah. Trump pun meminta Iran untuk segera menghentikan serangannya.

“Sekali lagi saya mendesak Garda Revolusi, militer dan polisi Iran untuk meletakkan senjata,” ujarnya, dikutip dari AFP. “Ini akan menjadi kematian yang pasti. Ini tidak akan menyenangkan,” tambahnya.

Penolakan Publik Terhadap Operasi Militer

Langkah Trump meluncurkan serangan terhadap Iran mendapat penolakan di dalam negeri. Sebagian besar rakyat Amerika Serikat (AS) menolak serangan militer yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyebut operasi ini sebagai kemenangan besar melawan “kejahatan”, mayoritas rakyatnya menyatakan ketidaksetujuan terhadap eskalasi militer tersebut.

Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Reuters/Ipsos, hari ini, Minggu (1/3/2026), menunjukkan bahwa publik Amerika sangat khawatir melihat kecenderungan Trump menggunakan kekuatan militer. Berdasarkan survei yang melibatkan 1.282 orang dewasa di seluruh AS, hanya sebagian kecil warga yang mendukung operasi gabungan AS-Israel tersebut.

Kategori Respons Serangan AS terhadap Iran:

  • Setuju: 27 persen
  • Tidak Setuju: 43 persen
  • Ragu-ragu atau tidak yakin: 29 persen

Data tersebut menegaskan bahwa meski 90 persen responden telah mendengar berita mengenai serangan yang menewaskan Khamenei, dukungan publik tetap rendah. Lebih jauh lagi, sekitar 56 persen warga AS berpandangan bahwa Presiden Trump terlalu “ringan tangan” atau terlalu bersedia menggunakan kekuatan militer demi memajukan kepentingan AS di luar negeri.

Pembagian Pandangan di Kalangan Partai Politik

Sentimen ini tidak hanya datang dari kubu lawan politik, tapi juga mulai merambah ke internal partai Republik yang mengusung Trump:

  • Partai Demokrat: 87 persen menganggap Trump terlalu agresif
  • Independen: 60% memegang pandangan serupa
  • Partai Republik: 23% (hampir satu dari empat) mulai meragukan kebijakan militer Trump

Reaksi dari Capitol Hill

Reaksi keras juga datang dari Capitol Hill atau gedung parlemen AS di Washington. Para politisi Republik memberikan dukungan penuh atas keputusan Trump. Sementara Demokrat melontarkan kritik pedas mengenai legalitas dan strategi jangka panjang.

Ketua DPR AS Mike Johnson menyatakan bahwa Iran kini menanggung konsekuensi berat atas tindakan jahat mereka. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune juga memuji langkah Trump. “Saya mengapresiasi Presiden Trump yang mengambil tindakan untuk menggagalkan ancaman nuklir dan terorisme Iran yang selama ini menolak jalur diplomasi,” ujar Thune.

Sebaliknya, Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries menyesalkan kegagalan Trump untuk meminta otorisasi dari Kongres sebelum meluncurkan serangan masif. “Keputusan presiden meninggalkan diplomasi telah membuat pasukan AS rentan terhadap aksi balas dendam,” katanya. Senator senior Chuck Schumer bahkan menyebut tindakan Trump sebagai siklus kemarahan yang tidak memiliki strategi jelas.

Kritik dari Kelompok Progresif

Sementara itu, kelompok progresif seperti Bernie Sanders dan Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) melabeli serangan ini sebagai tindakan inkonstitusional. “Perang Trump–Netanyahu ini melanggar hukum internasional dan membahayakan nyawa pasukan kita. Kongres harus segera meloloskan Resolusi Kekuatan Perang (War Powers Resolution),” tegas Bernie Sanders.


Pos terkait