Perang Iran, AS, dan Israel Mengancam Stabilitas Dunia

Aa1xhgcq 6
Aa1xhgcq 6

Iran Menyerang Kapal Induk AS dan Memblokir Selat Hormuz

Konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel telah memicu eskalasi yang sangat serius. Setelah serangan AS dan Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, Iran merespons dengan menyerang kapal induk, pangkalan militer, serta memblokir Selat Hormuz. Hal ini menciptakan risiko militer tinggi di Teluk Persia.

Ketegangan yang meningkat ini tidak hanya memengaruhi kawasan Timur Tengah, tetapi juga meluas ke berbagai negara seperti Oman, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, Pakistan, dan Kashmir. Ledakan, drone, dan protes mematikan terjadi di berbagai wilayah. Situasi ini memicu lonjakan harga minyak, gangguan pelayaran, pembatasan perjalanan, serta perhatian internasional melalui rapat darurat PBB.

Serangan Balasan Iran Terhadap Kapal Induk AS

Pada Minggu (1/3/2026), Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim telah menyerang kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di wilayah Teluk. Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah, Iran menyebut kapal induk tersebut “dihantam empat rudal balistik”. Serangan ini diklaim sebagai respons atas serangan sebelumnya dari AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.

“Darat dan laut akan semakin menjadi kuburan bagi para agresor,” demikian pernyataan Garda Revolusi Iran. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen dari pihak AS terkait klaim tersebut.

Kapal di Dekat Hormuz Terbakar

Di tempat lain, sebuah kapal yang berlayar di lepas pantai UEA, dekat Selat Hormuz, dilaporkan mengalami kebakaran setelah terkena proyektil tak dikenal. Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyatakan insiden terjadi sekitar 17 mil laut di barat laut Mina Saqr. Api berhasil dipadamkan, dan kapal berencana melanjutkan pelayaran. Otoritas sedang melakukan penyelidikan.

Iran memblokir Selat Hormuz sebagai respons keamanan atas ancaman militer dari AS dan Israel. Jalur vital ini melintasi 20-30 persen pasokan minyak dunia, sehingga tindakan Iran berpotensi menyebabkan lonjakan harga minyak global, krisis energi, gangguan pelayaran, dan risiko militer yang meningkat.

Imbauan “Berlindung di Tempat” dan Pembatasan Perjalanan

Pemerintah Inggris meminta warganya di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA untuk “berlindung di tempat” atau shelter in place. Mereka juga memperbarui imbauan perjalanan dengan menyarankan agar warga tidak bepergian ke negara-negara tersebut kecuali untuk keperluan mendesak. Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menyatakan bahwa serangan balasan Iran bersifat “tanpa pandang bulu”, termasuk peluncuran dua rudal balistik ke arah Siprus.

Paus Leo Serukan Hentikan “Spiral Kekerasan”

Pemimpin Gereja Katolik, Pope Leo XIV, menyerukan penghentian “spiral kekerasan” di Timur Tengah. Di saat yang sama, sirene serangan udara berbunyi di Tel Aviv, dan ledakan terdengar saat sistem pertahanan udara Israel mencegat rudal yang diluncurkan dari Iran.

Israel Kembali Serang Teheran

Militer Israel mengumumkan serangan besar-besaran kembali dilancarkan ke “jantung” Teheran. Israel juga mengklaim telah menghancurkan sekitar setengah stok rudal Iran dalam konflik sebelumnya pada Juni 2025. Di Irak, sistem pertahanan udara AS mencegat drone di Erbil. Pemerintah AS juga memperingatkan warganya di Bahrain untuk menghindari hotel di Manama.

Iran Bersumpah Balas Dendam

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut pembunuhan Khamenei sebagai “deklarasi perang terhadap umat Muslim” dan berjanji akan membalas. Pejabat keamanan Iran, Ali Larijani, bahkan menyatakan akan menyerang AS dan Israel dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Iran juga dilaporkan menyerang pangkalan militer AS di Kurdistan Irak dan kawasan Teluk Persia.

Ledakan terdengar di berbagai kota, termasuk Jerusalem, Dubai, Manama, dan wilayah Qatar. Seorang pejabat UEA memperingatkan Iran agar tidak menyeret negara-negara tetangga dalam konflik.

Gelombang Protes Mematikan

Aksi massa terjadi di berbagai wilayah Iran, termasuk Teheran dan Yazd, menuntut balas dendam atas kematian Khamenei. Di Irak, ratusan demonstran mencoba menerobos Zona Hijau di Baghdad. Di Pakistan, sembilan orang tewas saat massa mencoba menyerbu konsulat AS di Karachi. Demonstrasi juga terjadi di Kashmir yang dikelola India, dengan ribuan peserta meneriakkan slogan anti-AS dan anti-Israel.

Evakuasi Warga Asing

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyatakan negaranya bersiap mengevakuasi warga dari Timur Tengah menggunakan pesawat militer atau charter.

Rapat Darurat IAEA

Badan energi atom PBB, International Atomic Energy Agency (IAEA), mengagendakan pertemuan darurat terkait Iran pada Senin (2/3/2026). Pertemuan ini digelar atas permintaan Rusia, sekutu utama Teheran.

Korban Tewas Bertambah

Sejumlah pejabat tinggi Iran dilaporkan tewas dalam serangan AS-Israel, termasuk kepala intelijen kepolisian Gholamreza Rezaian. Kepala staf angkatan bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, juga dilaporkan tewas bersama sejumlah jenderal senior lainnya. Nama Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh juga disebut dalam laporan media pemerintah.

Kematian Khamenei dan Ancaman Trump

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Khamenei pada Minggu dini hari. Media Iran juga melaporkan anggota keluarganya turut menjadi korban. Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan, “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas.” Trump juga menegaskan serangan akan terus berlanjut dan memperingatkan Iran akan menghadapi kekuatan “yang belum pernah terlihat sebelumnya” jika melakukan balasan.

Petinggi Garda Revolusi Juga Tewas

Iran mengonfirmasi kepala Garda Revolusi, Mohammad Pakpour, serta penasihat keamanan Ali Shamkhani tewas dalam serangan. Garda Revolusi sebelumnya menyatakan akan melancarkan operasi “paling ganas” dalam sejarah terhadap Israel dan pangkalan militer AS.

Rapat Darurat DK PBB

United Nations Security Council atau Dewan Keamanan (DK PBB) menggelar pertemuan darurat. Perwakilan Iran menuduh AS dan Israel melakukan kemungkinan “kejahatan perang” dengan menyerang warga sipil.

Wilayah Udara Ditutup dan Penerbangan Terganggu

Sejumlah negara seperti Iran, Irak, Kuwait, Suriah, Qatar, UEA, dan Israel menutup wilayah udara mereka. Banyak maskapai juga membatalkan penerbangan ke Timur Tengah, menyebabkan gangguan perjalanan internasional.

Konflik Meluas ke Berbagai Negara

Setelah AS-Israel menyerang Iran dan menewaskan Khamenei, kekerasan telah meluas ke sejumlah wilayah:

  • Drone Iran menyerang pelabuhan Duqm di Oman dan menargetkan kapal tanker minyak
  • Dua orang dilaporkan tewas di Abu Dhabi
  • Garda Revolusi Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital energi dunia
  • Iran menargetkan Armada Kelima AS di Bahrain
  • Seorang perempuan tewas dan 21 orang terluka di Tel Aviv
  • Serangan udara AS-Israel menargetkan fasilitas militer dan peluncur rudal di Iran
  • Iran mengeklaim 108 orang tewas dalam serangan di sekolah putri di Minab (belum terverifikasi)

Eskalasi konflik AS-Israel vs Iran ini menunjukkan situasi yang semakin kompleks dan berisiko meluas, dengan dampak tidak hanya pada keamanan kawasan, melainkan juga stabilitas global.

Pos terkait