Situasi di Wilayah Timur Tengah yang Memanas
Kondisi di wilayah Timur Tengah kian memburuk setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Kini, Iran kembali melakukan balasan dengan menyerang beberapa sektor yang menjadi bagian dari kedua negara tersebut. Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang sedang menjalani ibadah umrah di Mekkah, Arab Saudi.
Berdasarkan data dari Kementerian Haji dan Umrah wilayah Sumatera Utara, hingga saat ini masih banyak warga Sumatera Utara yang berada di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah. “Sampai saat ini, 960 orang masih berada di sana dari Sumut,” ujar perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Sumut, Torang Rambe, pada Senin (2/3/2026).
Meskipun situasi di wilayah Timur Tengah terus memanas, informasi yang diperoleh dari berbagai sumber menunjukkan bahwa suasana di Tanah Suci masih relatif kondusif. Beberapa agen travel dan penyelenggara umrah di Kota Medan menyampaikan bahwa kondisi di sana masih normal.
“Sejauh ini masih aman, jemaah juga pulang sesuai jadwal. Semalam baru saja satu kelompok kita pulang sekitar 30 orang. Untuk yang masih di sana, ada yang mengikuti paket 12 hari yang akan tiba di Medan tanggal 10, serta ada yang mengikuti paket full Ramadan yang akan tiba di Medan tanggal 20 atau 21,” ujar salah satu petugas agen travel umrah di Kota Medan, Afriza.
Pernyataan Kemenhaj untuk Menghindari Kekacauan
Pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta kepada masyarakat agar tidak panik. Dalam surat edaran yang dikeluarkan pada 28 Februari 2026, terdapat lima poin penting yang disampaikan kepada masyarakat, terutama para calon jemaah umrah.
Beberapa poin yang disampaikan antara lain:
- Penerbangan yang Terkendala: Kemenhaj mengingatkan bahwa kemungkinan besar penerbangan akan terganggu akibat perang udara antara ketiga negara. Oleh karena itu, masyarakat yang akan melakukan ibadah umrah secara mandiri diminta untuk memeriksa kembali jadwal penerbangan mereka.
- Kewaspadaan Jemaah: Para jemaah umrah Indonesia diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai penerbangan, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), serta otoritas terkait.
- Komitmen Perlindungan: Kemenhaj berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh jemaah. Setiap penyesuaian kebijakan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan jemaah.
- Koordinasi dengan Otoritas: Kemenhaj meminta kepada seluruh PPIU untuk menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh guna memastikan setiap perkembangan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
- Ketenangan Keluarga Jemaah: Masyarakat yang keluarganya sedang menjalani ibadah umrah di Arab Saudi diminta untuk tetap tenang dan tidak khawatir.
Kesiapan dan Tanggung Jawab Bersama
Dengan situasi yang semakin memburuk, Kemenhaj dan para penyelenggara ibadah umrah terus memantau perkembangan secara berkala. Keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan dan PPIU, sangat penting dalam memastikan keselamatan jemaah.





