JAKARTA — Eskalasi perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan berdampak terhadap aset saham dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saat ini, saham-saham komoditas menjadi pilihan utama untuk rotasi sektoral mengingat ketidakpastian yang muncul.
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Investment and Research dari Pilarmas Investindo Sekuritas, menjelaskan bahwa pelaku pasar dan investor kemungkinan akan melirik saham-saham yang berbasis emas, minyak, dan energi. Hal ini karena saham-saham tersebut memiliki korelasi positif terhadap situasi konflik antara Iran dan AS.
“Selain itu, sektor kesehatan juga bisa menjadi pilihan karena termasuk dalam kategori sektor defensif,” ujar Nico pada Senin (2/3/2026).
Menurutnya, bagi pelaku pasar dan investor dengan durasi investasi jangka panjang dan siap menerima risiko tinggi, saat ini merupakan kesempatan untuk melakukan akumulasi saham. Namun, jika durasi investasi jangka pendek, maka volatilitas pasar bisa menjadi peluang.
Nico menambahkan bahwa jika investor memiliki durasi investasi jangka panjang tetapi tidak ingin mengambil risiko saat ini, re-alokasi aset menjadi pilihan yang lebih aman.
“Mungkin bisa mengurangi alokasi saham dan meningkatkan bobot obligasi serta deposito untuk menjaga likuiditas dalam situasi seperti ini,” katanya.
Lebih lanjut, Nico menyatakan bahwa konflik ini akan merugikan semua sektor. Ketidakpastian akibat perang membuat masyarakat cenderung melakukan penghematan daripada pengeluaran. Hal ini juga berdampak pada perusahaan yang akan mengalami penurunan pendapatan dan keuntungan, sehingga kinerja mereka akan turun dan berujung pada penurunan harga saham.
Sebagaimana diketahui, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026). Presiden AS Donald Trump awalnya mengklaim bahwa serangan gabungan tersebut telah menewaskan Khamenei. Informasi ini kemudian dikonfirmasi oleh televisi pemerintah Iran beberapa jam setelahnya.
“Diumumkan kepada rakyat Iran bahwa Yang Mulia Ayatollah Agung Imam Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, telah gugur sebagai syahid dalam serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika dan rezim Zionis pada pagi hari Sabtu, 28 Februari,” demikian dilaporkan oleh kantor berita Iran, Tasnim, dikutip dari Al Jazeera.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





