Peringatan Trump Diabaikan, Iran Lakukan Serangan Membahayakan

Merlin 156743028 D1a26a36 C301 472d B5f9 F4166129dc37 Facebookjumbo 2
Merlin 156743028 D1a26a36 C301 472d B5f9 F4166129dc37 Facebookjumbo 2

Peringatan Trump Diabaikan, Iran Melancarkan Serangan Besar-besaran

Peringatan keras yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tampaknya tidak lagi mendapat perhatian dari pihak Iran. Alih-alih mundur, Iran justru melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap serangan terkoordinasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat keamanan tinggi pada Sabtu (28/2/2026).

Pada Minggu (1/3/2026), rudal-rudal Iran meluncur ke berbagai target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Ancaman Trump sebelumnya menyatakan bahwa Iran akan dihantam “dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya” jika berani menyerang balik.

Namun, ancaman tersebut tidak menghalangi langkah Teheran. Unit elite Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang 27 pangkalan yang menampung pasukan AS di kawasan, serta fasilitas militer Israel di Tel Aviv. Target serangan juga meluas ke Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, Irak, hingga Oman—negara-negara yang memiliki atau menampung instalasi militer AS.

“Ledakan terus terdengar di Qatar dan Uni Emirat Arab,” laporan Al Jazeera mencatat. Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi tiga tentara Amerika tewas dan lima lainnya luka serius akibat serangan tersebut.

Israel Diguncang Rudal

Serangan Iran juga menghantam langsung wilayah Israel. Di Kota Beit Shemesh, sebelah barat Yerusalem, sedikitnya delapan warga Israel dilaporkan tewas akibat hantaman rudal. Sedikitnya 27 lainnya terluka. Media berbahasa Ibrani menyebut bangunan yang menjadi sasaran diklasifikasikan sebagai shelter atau tempat perlindungan bom.

Tim penyelamat dari Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel masih melakukan pencarian di lokasi jatuhnya rudal. Militer Israel mengakui sirene peringatan berbunyi di wilayah sekitar dan menyatakan penyelidikan telah dibuka menyusul laporan sejumlah warga yang mengaku tidak mendengar peringatan.

Selain itu, seorang warga dilaporkan terluka akibat pecahan rudal yang jatuh di Kota Petah Tikva, timur laut Tel Aviv. Media Israel memperingatkan kemungkinan masih ada korban tertimbun reruntuhan.

Penggunaan Rudal Hipersonik Fatah-2

Dalam serangan balasan ini, Iran untuk pertama kalinya mengerahkan rudal balistik hipersonik Fatah-2. Rudal tersebut sebelumnya diumumkan secara resmi pada 19 November 2023 dan diklaim sebagai generasi lanjutan dari rudal hipersonik pertama Iran.

Menurut data resmi Teheran, Fatah-2 memiliki jangkauan hingga 1.400 kilometer dan mampu melesat dengan kecepatan 5,1 kilometer per detik atau setara Mach 15. Rudal ini diluncurkan ke luar atmosfer sebelum menukik tajam ke target dengan kecepatan sangat tinggi.

Berbeda dengan rudal balistik konvensional yang memiliki lintasan melengkung dan relatif bisa diprediksi, Fatah-2 disebut mampu bermanuver setelah memasuki atmosfer sehingga sulit dideteksi dan dicegat sistem pertahanan udara. Iran mengklaim rudal tersebut dilengkapi hulu ledak glide vehicle (HGV), yang memungkinkan perubahan arah selama penerbangan dan terbang di ketinggian lebih rendah dibanding rudal konvensional.

Kemampuan manuver dan kecepatan ekstrem itu disebut menjadi tantangan serius bagi sistem pertahanan seperti Arrow milik Israel.

Kawasan Membara

Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 201 orang tewas di 24 provinsi akibat serangan sebelumnya. Konflik terbuka ini membuat kawasan Timur Tengah membara, terutama karena banyak negara menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Eskalasi yang terjadi menunjukkan satu hal: peringatan Washington tak lagi cukup untuk membendung respons militer Teheran. Dan kini, dunia menyaksikan babak baru konflik yang berpotensi meluas.

Pos terkait