Perisai Syarikat Islam Doakan Iran dan Palestina di Haul Guru Bangsa

Img 20250905 Wa0015
Img 20250905 Wa0015

Perayaan Haul Guru Bangsa di Menteng, Jakarta

Perisai Syarikat Islam bersama jajaran organisasi tersebut menggelar acara Haul Guru Bangsa untuk mengenang tokoh-tokoh besar pergerakan nasional seperti Haji Samanhudi, pendiri Syarikat Dagang Islam (SDI), HOS Tjokroaminoto, A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, dan Agus Salim. Acara yang digelar pada 1 Maret 2026 bertepatan dengan 11 Ramadhan 1447 H di Kantor PP/LT Syarikat Islam, Menteng, Jakarta Pusat, berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai tokoh nasional.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, perwakilan Kapolri hingga sejumlah tokoh Islam, tokoh senior Syarikat Islam, Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, serta para keturunan HOS Tjokroaminoto. Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menegaskan bahwa Syarikat Islam tidak dapat dipisahkan dari sosok HOS Tjokroaminoto sebagai guru bangsa sekaligus penggerak ekonomi umat. Menurutnya, Syarikat Islam yang berawal dari SDI sejak awal memiliki misi memperkuat pedagang pribumi agar mampu bersaing secara mandiri pada masa kolonial.

“HOS Tjokroaminoto sudah mengajarkan ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong. Konsep koperasi produsen yang beliau dorong adalah fondasi ekonomi rakyat. Ini masih sangat relevan hingga hari ini,” ujar Ferry dalam siaran tertulis pada Senin (2/3/2026).

Ketua Umum Perisai Syarikat Islam, Adhitya Yusma Perdana menjelaskan bahwa kegiatan haul guru bangsa tahun ini berjalan dengan baik dan menjadi momentum untuk mengingat kembali jasa para tokoh pendiri bangsa. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan buka puasa bersama, santunan anak yatim, doa dan tahlil bersama untuk para guru bangsa yang telah wafat.

Menurut Adhitya, tokoh-tokoh seperti HOS Tjokroaminoto, A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, KH Samanhudi, dan KH Agus Salim memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan Indonesia. “Kita tahu HOS Tjokroaminoto adalah guru bangsa dan tokoh pergerakan. Tanpa beliau mungkin tidak ada Indonesia seperti sekarang. Dari perjuangan para tokoh itu kita belajar menjaga persatuan dan kesatuan untuk Indonesia maju,” ujarnya.

Adhitya juga menyampaikan dukungan kepada pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas negara. “Untuk itu kami mendukung Kapolri di bawah kepemimpinan Presiden. Jangan coba-coba dalam berbangsa dan bernegara, mau pindah sana pindah sini. Yang sudah terbukti, lanjutkan. Jangan mengganggu persatuan bangsa karena sudah ada yang terbukti,” kata Adhitya.

Dalam kesempatan itu, doa dan tahlil juga dipanjatkan untuk sejumlah tokoh yang telah wafat, termasuk Wakil Ketua Umum Perisai Syarikat Islam Muhammad Husni bin Musadi serta tokoh Islam dunia Ayatollah Ali Khamenei. Adhitya menegaskan bahwa Perisai Syarikat Islam menyuarakan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina dan mengecam berbagai tindakan kekerasan di Timur Tengah.

“Kami Perisai Syarikat Islam Indonesia, hati kami ada di Palestina. Kami mengutuk keras apa yang dilakukan Amerika dan Israel terhadap Iran hingga meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei. Kami berharap dunia hidup dalam damai dan sejahtera. Untuk itu kami bersama Palestina dan bersama Iran,” katanya.

Sementara itu, Ketua Serumpun Syarikat Islam, Muhammad Nur Ohoitenan mengatakan bahwa kegiatan Haul Guru Bangsa hampir setiap tahun digelar untuk mengenang hari wafat HOS Tjokroaminoto. “Tahun ini kami memperingati juga tokoh-tokoh lain seperti A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, KH Samanhudi, dan KH Agus Salim,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kader Syarikat Islam dan Perisai Syarikat Islam harus terus mengingat sejarah perjuangan para guru bangsa. “Dalam acara ini kami menghimbau kader Syarikat Islam dan Perisai Syarikat Islam agar jangan pernah melupakan sejarah dan jasa para guru bangsa, terutama HOS Tjokroaminoto. Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang adalah hasil perjuangan para founding fathers. Tanpa Syarikat Islam belum tentu ada persatuan dan Republik Indonesia,” katanya.

Muhammad Nur juga menyinggung situasi geopolitik internasional. “Kami berharap kepada umat Islam di dunia, terutama di Indonesia mengutuk Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Israel atas berbagai tindakan yang menimbulkan penderitaan dan ketidakadilan di dunia,” ujarnya.

Ia menyebut Ayatollah Ali Khamenei sebagai sosok yang dinilainya berperan dalam menyuarakan persatuan umat Islam. “Pada momentum Haul Guru Bangsa HOS Tjokroaminoto ini, kami melihat Ali Khamenei sebagai sosok pemersatu umat Islam di seluruh dunia. Sama seperti HOS Tjokroaminoto dahulu menyatukan Indonesia. Beliau sosok yang luar biasa, selalu menentang kejahatan dan membela orang-orang tertindas,” katanya.

Hal senada disampaikan Brigjen Pol Achmad Ibrahim yang mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Pesan dari Bapak Kapolri hari ini kita memperingati haul guru besar ke 92 HOS Cokroaminoto, beliau salah satu tokoh yang membangkitkan nasionalisme ekonomi melalui ajaran dan pendidikan Islam,” ungkapnya.


Pos terkait