Perjudian Berbuah Manis, Milo Buka Alasan Ganti Vukasin dan Riyandi, Kunci 3 Poin Persis Solo

Aa1xjfm8 2
Aa1xjfm8 2

Pelatih Persis Solo Akui Mengambil Banyak Risiko dalam Laga Lawan Persik Kediri

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija atau yang akrab disapa Milo, mengakui bahwa dirinya mengambil banyak risiko demi memenuhi target kemenangan yang diberikan oleh manajemen tim saat menghadapi Persik Kediri di Stadion Manahan, Solo, Minggu (1/3/2026) malam. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk memastikan tim mampu meraih hasil maksimal dalam pertandingan penting tersebut.

Pergantian Kiper di Awal Babak Kedua

Salah satu keputusan yang cukup mengejutkan adalah saat Milo memutuskan untuk menarik keluar kiper asing Vukasin Vranes dan menggantinya dengan Muhammad Riyandi pada awal babak kedua. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini bukan karena cedera, melainkan bagian dari perubahan strategi agar permainan Persis Solo lebih menyerang.

“Kita tadi bertaruh banyak, kita melakukan banyak risiko sebenarnya pada hari ini. Tapi untungnya kita bisa menampilkan permainan terbaik dan tadi cukup melelahkan dan cukup membuat tertekan. Tapi akhirnya menang,” ungkap Milo dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.

Bukan Karena Cedera

Milo menegaskan bahwa pergantian kiper tersebut tidak disebabkan oleh kondisi cedera pada Vukasin. Ia menyebut perubahan dilakukan karena kebutuhan taktik, terlebih salah satu pemain asing, Dimitri Lima, mengalami cedera.

“Vukasin tidak mengalami cedera apapun tapi yang mengalami cedera adalah Dimitri karena cedera hamstring dan dia tidak bisa berlari,” jelas Milo.

Cedera hamstring yang dialami Dimitri membuatnya tidak bisa tampil maksimal dan memengaruhi opsi strategi tim. Keputusan untuk mengganti kiper juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas serangan.

Evaluasi dan Catatan Perbaikan

Dalam kesempatan tersebut, Milo juga mengakui masih ada sejumlah kesalahan yang harus diminimalisir oleh para pemainnya, terutama di lini pertahanan serta efektivitas penguasaan bola. Ia menilai bahwa permainan tim belum sepenuhnya optimal.

“Tentu ada banyak yang harus ditingkatkan salah satunya lini belakang selain itu kita juga terlalu banyak melakukan kontrol bola dan penguasaan bola yang kita lakukan tadi seharusnya lebih baik dan tentunya Dimitri tadi seharusnya bisa membuat umpan satu dua yang menghasilkan gol,” ungkap Milo.

Minim Waktu untuk Perbaikan

Meski demikian, Milo menyadari bahwa timnya memiliki waktu yang terbatas untuk melakukan evaluasi sebelum laga berikutnya. Ia menegaskan bahwa setiap pertandingan membutuhkan pendekatan berbeda.

“Tapi pendekatan tiap game berbeda-beda dan sayangnya kita tidak memiliki banyak waktu. Jadi yang bisa kita lakukan hanya bekerja keras menyambut laga selanjutnya,” pungkasnya.

Pos terkait