Permintaan Tinggi Saat Ramadan, Harga Cabai Rawit di Wajo Capai Rp60 Ribu per Kg

2374551764ea9e8eb3466c28ad75f7b6
2374551764ea9e8eb3466c28ad75f7b6

Harga Cabai Rawit di Wajo Tembus Rp60 Ribu per Kilogram

Harga cabai rawit di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp60 ribu per kilogram. Kenaikan ini terjadi pada hari ke-11 Ramadan 1447 Hijriah di Pasar Tempe Sengkang. Meskipun aktivitas pasar berjalan normal seperti biasanya, permintaan masyarakat yang meningkat selama bulan puasa menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga.

Menurut informasi yang diperoleh, kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh tingginya permintaan dari masyarakat, sementara distribusi barang masih berjalan lancar. Pedagang setempat, Yudha (43), mengungkapkan bahwa sebelum Ramadan, harga cabai rawit hanya berkisar Rp35 ribu per kilogram. Namun, saat ini harga telah melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram.

“Memang sudah waktunya naik harga cabai,” ujar Yudha, yang merupakan pedagang cabai di Pasar Tempe. Ia menambahkan bahwa alasan utama kenaikan harga adalah permintaan yang tinggi dari masyarakat, meskipun distribusi barang tetap stabil.

Stabilitas Harga Komoditas Lain

Selain cabai rawit, komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih terpantau relatif stabil. Harga bawang merah mencapai Rp35 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Tomat dan jeruk nipis juga memiliki harga yang standar, yaitu masing-masing Rp10 ribu per kilogram.

Meski harga beberapa bahan pokok mengalami kenaikan, sejumlah warga mengaku tidak kesulitan mendapatkan bumbu dapur. Vina (26), seorang ibu rumah tangga, mengatakan bahwa ia hanya membeli cabai dalam jumlah kecil untuk keperluan masakan buka puasa.

“Tadi pagi itu saya beli lombok (cabai) kecil memang harganya Rp60 ribu satu kilo. Tapi tadi saya cuma beli Rp10 ribu saja karena untuk bahan masakan buka puasa,” ujarnya.

Kelangkaan Gas Elpiji 3 kg

Sementara itu, masyarakat di Kabupaten Wajo juga mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kg. Muliadi (54), warga Lapongkoda, mengakui bahwa kelangkaan ini menjadi perhatian serius bagi warga setempat. Ia menyebut bahwa pemerintah diharapkan segera turun tangan untuk menangani masalah tersebut.

“Semoga pemerintah secepatnya turun menangani kelangkaan gas dan harga bahan pokok yang perlahan mulai naik,” harap Muliadi.

Perkembangan Pasar Selama Ramadan

Pasar Tempe Sengkang tampak ramai menjelang buka puasa. Penjual terlihat sibuk menata dagangannya, melayani pembeli, dan mengemas barang yang laku. Aktivitas pasar berjalan normal seperti biasanya, meskipun harga sejumlah bahan pokok meningkat.

Kenaikan harga ini tidak hanya terjadi pada cabai rawit, tetapi juga pada beberapa komoditas lainnya. Namun, sebagian besar warga masih dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan membeli dalam jumlah yang lebih sedikit atau mencari alternatif pengganti.

Harapan Masyarakat

Warga setempat berharap agar pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan harga bahan pokok dan mengatasi kelangkaan gas elpiji. Dengan kondisi ini, masyarakat berusaha tetap tenang dan mencari solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama bulan Ramadan.


Pos terkait