Persijap ukir sejarah di markas Bali United, keluar dari zona degradasi

Pelatih Persita Luis Edmundo Duran Saat Memimpin Official Tr P6vo 1
Pelatih Persita Luis Edmundo Duran Saat Memimpin Official Tr P6vo 1

Mario Lemos Kembalikan Harapan Persijap Jepara

Pertandingan kandang Bali United melawan Persijap Jepara menjadi momen penting dalam sejarah bagi pelatih Mario Lemos. Kembalinya Lemos ke kursi pelatih utama Persijap Jepara membawa perubahan signifikan, terutama dalam mengangkat tim dari zona degradasi kompetisi BRI Super League 2025/26.

Sebelum kedatangan Lemos, Persijap Jepara berada di posisi yang sangat sulit. Sejak akhir Oktober 2025, tiga tim terbawah kompetisi hampir tidak berubah, dengan Persijap bersama Persis Solo dan Semen Padang menjadi penghuni tetap zona merah. Keadaan ini membuat pendukung klub nyaris putus asa karena tidak ada perubahan signifikan dalam performa tim.

Namun, situasi mulai berubah setelah Lemos kembali sebagai pelatih. Dengan memanfaatkan momen bursa transfer di awal Januari 2026, ia berhasil memberikan angin segar bagi Persijap. Kehadiran pemain asing seperti Borja Herrera, Tiri, Borja Martinez, dan Iker Guarrotxena memberikan dimensi baru dalam permainan. Tim yang dibangun oleh Lemos menunjukkan disiplin, keberanian, dan efektivitas dalam transisi.

Hasilnya, Persijap sukses meraih satu poin dalam laga melawan Bali United dengan skor akhir 0-0. Poin tersebut membawa mereka naik ke peringkat 15 dengan 19 angka—satu tingkat di atas garis degradasi. Hal ini juga mendorong PSBS Biak turun ke zona merah dengan 18 poin.

“Ini tentu poin penting bagi kami. Mendapatkan satu poin di Bali bukan hal yang buruk,” ujar Lemos seusai pertandingan.

Perubahan yang Signifikan

Kini, Persijap menatap laga krusial berikutnya melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini pada 5 Maret dengan kepala tegak. Mereka tidak lagi sekadar bertahan, melainkan tengah membangun keyakinan untuk memastikan tempat di kasta tertinggi tetap aman.

Mario Lemos telah menjawab kepercayaan publik Jepara dan manajemen dengan pembuktian nyata. Ia tidak hanya kembali sebagai pelatih, tetapi sebagai sosok arsitek yang berhasil melepaskan Persijap dari belenggu degradasi dan mengembalikan harga diri klub di panggung kompetisi.

Kegagalan Bali United di Laga Kandang

Sementara hasil imbang melawan Persijap menambah daftar panjang kegagalan Bali United dalam meraih kemenangan di laga kandang. Seperti diketahui, Bali United pada laga awal menjamu Semen Padang, mereka harus puas berbagi angka 3-3 di waktu normal.

Kemudian pada laga tandang perdana di putaran kedua, Bali United harus mengakui keunggulan 3-2 tuan rumah Persik Kediri. Dua laga kandang terakhir harus menerima kekalahan karena kalah dari tamunya setelah skor 1-3 milik Persebaya Surabaya dan 0-1 milik Persija Jakarta.

Kegagalan berikutnya mereka bermain imbang 3-3 melawan tuan rumah PSIM Yogyakarta pada Senin (23/2/2026) malam WIB. Bali United harus puas berbagi poin sehingga menempatkannya di posisi 11 klasemen sementara hingga putaran ke 23 ini.


Pos terkait