Persita Tangerang harus menerima kekalahan dari Dewa United Banten FC dalam pertandingan pekan ke-23 BRI Super League 2025/26. Laga yang berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pada Kamis (26/2), berakhir dengan kemenangan tim tamu. Persita gagal memanfaatkan beberapa kesempatan penting sepanjang pertandingan.
Pelatih Persita, Carlos Pena, mengakui bahwa timnya tampil cukup baik di awal pertandingan. Namun, ia menyebut penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan menjadi masalah utama yang belum terselesaikan.
“Ini tentu hasil yang buruk bagi kami,” ujar Carlos Pena dalam sesi jumpa pers usai laga. Ia menilai bahwa Persita datang dengan ekspektasi tinggi, terlebih karena bermain di kandang sendiri. Dalam 20 menit awal, permainan tim terlihat lebih rapi dibanding lawannya.
Persita sempat mendapatkan dua peluang emas dari situasi transisi cepat. Sayangnya, keputusan di momen krusial dinilai kurang tepat, sehingga peluang tersebut tidak berujung gol. Setelah itu, ritme pertandingan mulai berubah. Dewa United semakin percaya diri dan mulai menguasai bola serta menekan lini belakang tuan rumah.
Gol yang bersarang ke gawang Persita terjadi dalam situasi yang seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih baik. “Kami kebobolan satu gol dalam situasi yang seharusnya bisa kami pertahankan dengan lebih baik,” tambah Carlos Pena.
Di babak kedua, Carlos Pena mencoba merespons dengan melakukan pergantian pemain. Beberapa pemain bertipe menyerang diturunkan untuk meningkatkan daya gedor. Meski tekanan meningkat, peluang bersih tetap sulit tercipta.
“Di babak kedua, tim berusaha. Kami menurunkan semua pemain menyerang yang kami miliki, tetapi kami tidak dapat menciptakan peluang yang jelas,” jelasnya. Ia juga mengakui bahwa kondisi lini serang tim sedang tidak dalam performa terbaik.
Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Persita setelah sebelumnya kalah 0-1 dari Persib Bandung. Meski demikian, posisi Persita di papan klasemen sementara masih relatif aman. Mereka menempati peringkat keenam dengan koleksi 35 poin dari 23 pertandingan.
Carlos Pena menegaskan bahwa timnya tidak boleh larut dalam hasil negatif. Waktu pemulihan yang singkat menjadi tantangan tersendiri karena dalam empat hari ke depan, Persita akan menghadapi laga berikutnya melawan PSM Makassar.
Fokus utama saat ini adalah memulihkan kondisi fisik dan mental pemain, sekaligus memperbaiki efektivitas serangan. Jika tidak segera dibenahi, tren negatif bisa berlanjut dan mengganggu posisi Persita di papan atas klasemen BRI Super League musim ini.





