GP Thailand: Aprilia dan KTM Dominasi Podium
Grand Prix (GP) Thailand yang dihelat di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand, memberikan hasil yang mengejutkan. Tidak ada rider Ducati yang berhasil meraih podium dalam balapan ini. Finis pertama diraih oleh Marco Bezzecchi dari tim Aprilia Racing dengan catatan waktu 39:36,270 detik.
Pada posisi lima besar GP Thailand, hanya Aprilia dan KTM yang berhasil menduduki posisi tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa tim-tim papan atas seperti Ducati tidak mampu meraih hasil yang memuaskan di sirkuit sepanjang 4,554 km ini.
Menanggapi situasi ini, Marc Marquez, juara dunia delapan kali dan pembalap dari tim Ducati Lenovo, menyatakan bahwa timnya sedang bekerja keras. Ia mengingatkan bahwa mereka perlu tetap fokus dan tidak panik.
“Di sini casingnya berbeda, bannya juga berbeda. Mari kita lihat balapan selanjutnya. Tentu saja, kita perlu bekerja, kita tidak boleh lengah,” ujar Marquez.
Ia juga menjelaskan bahwa masalah bukanlah terletak pada ban Michelin atau trek yang digunakan. “Saya tidak ingin membuang waktu. Saya hanya ingin memikirkan balapan selanjutnya. Ini bukan masalah Michelin, dan bukan masalah trek,” katanya.
Marquez menilai bahwa double-kerb di sirkuit ini memiliki kelebihan, namun ia mengaku melihat sesuatu yang tidak biasa hari ini. “Tetapi itu bisa terjadi. Itu sangat aneh karena bahkan peleknya pun rusak parah. Jadi, saya merasa sangat beruntung karena tidak sampai mengalami highside yang parah,” tambahnya.
Perjalanan Balapan yang Penuh Tantangan
Marquez memulai Grand Prix dengan start yang lambat. Ia mengatakan hal ini berkaitan dengan kondisi fisik bahunya yang masih belum pulih sepenuhnya. Meskipun begitu, ia yakin bahwa kemampuannya masih ada untuk tetap kompetitif.
“Saya sangat tenang di awal,” lanjutnya. “Saya tahu ini akan menjadi balapan yang panjang bagi ban, bagi kondisi fisik saya, dan saya berkata, ‘Oke, saya ingin tenang, tidak masalah jika mereka menyalip saya’.”
Kemudian, ketika tersisa 10 lap, ia mulai menyerang. “Saya semakin dekat dengan podium di setiap lap, mengejar Raul [Fernandez] dan Pedro [Acosta],” ujarnya.
Meski tidak mencetak poin dalam balapan ini, Marquez mengatakan bahwa yang terpenting adalah levelnya masih ada. “Hari ini kami tidak mencetak poin, tetapi yang terpenting adalah levelnya masih ada,” kata dia.
Evaluasi dan Persiapan untuk Balapan Berikutnya
Balapan di Sirkuit Chang menunjukkan bahwa performa tim-tim besar seperti Ducati masih perlu diperbaiki. Namun, Marquez tetap optimistis dan siap menghadapi balapan berikutnya. Ia mengingatkan bahwa kerja keras dan kesabaran adalah kunci untuk mencapai hasil yang maksimal.
Dalam situasi yang tidak ideal, ia tetap menjaga sikap tenang dan fokus pada tujuan jangka panjang. Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, Marquez percaya bahwa ia masih mampu bersaing di tingkat teratas.





