JAKARTA – PT Pertamina (Persero) terus memantau perkembangan dinamika energi global dan telah melakukan langkah mitigasi terhadap pasokan minyak mentah hingga LPG agar ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional dengan memprioritaskan keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional sebagai fokus utama. Langkah ini dilakukan melalui penguatan mitigasi risiko dan pemantauan intensif terhadap seluruh aspek operasional perusahaan.
Dalam upaya menjaga kelancaran operasional, Pertamina berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) serta otoritas setempat. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh lini bisnis mulai dari penyediaan minyak mentah hingga kebutuhan BBM dan LPG domestik terus beroperasi secara optimal dan dalam kondisi terkendali.
Beberapa unit bisnis strategis Pertamina yang terkait langsung dengan dinamika di kawasan Timur Tengah antara lain:
- PT Pertamina International Shipping (PIS) Non-Captive, yang terlibat dalam aktivitas pengangkutan energi global
- Pertamina Internasional EP (PIEP), yang menjalankan operasi hulu di Basra, Irak
- Pertamina Patra Niaga, yang bertugas dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari sumber di kawasan Timur Tengah
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa seluruh pekerja, operasional, dan armada yang berada di area Timur Tengah termonitor secara intensif. Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI, dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru.
“Pertamina terus memantau perkembangan dinamika energi global dan telah melakukan mitigasi guna memastikan kelancaran rantai pasok global dan ketahanan energi nasional tetap terjaga,” ujar Baron melalui siaran pers.
Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina memiliki portofolio sumber pasokan minyak mentah, produk BBM, dan LPG yang terdiversifikasi, baik dari produksi dalam negeri maupun dari berbagai negara mitra. Diversifikasi ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan suplai di tengah dinamika geopolitik.
Selain itu, Pertamina juga mengoptimalkan operasional kilang domestik untuk menjaga keseimbangan produksi dan distribusi. Dengan pengelolaan pasokan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap dalam kondisi aman, memadai, dan terkendali.
“Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Baron.





