Pertamina pantau keamanan kapal di Timur Tengah, beberapa berlabuh di Ras Tanura

114195659 Hi063119061 1
114195659 Hi063119061 1



PT Pertamina International Shipping (PIS) terus memantau empat armada mereka yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah. Wilayah tersebut sedang mengalami konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). PJS Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan bahwa perusahaan secara aktif berkoordinasi dengan pihak pengelola kapal (Ship Management) serta otoritas maritim setempat untuk meningkatkan kewaspadaan.

PIS juga menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Abu Dhabi, dan KJRI Dubai. Berikut adalah daftar kapal Pertamina yang berada di kawasan tersebut:

  • Kapal Gamsunoro sedang dalam proses loading di Khor al Zubair, Irak.
  • Kapal Pertamina Pride telah selesai melakukan proses loading dan saat ini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi.
  • Kapal PIS Rinjani sedang berlabuh di Khor Fakkan, UAE.
  • Kapal PIS Paragon sedang melakukan discharge di Oman.

Ras Tanura merupakan kilang minyak terbesar yang dimiliki oleh Saudi Aramco. Perusahaan raksasa minyak asal Arab Saudi ini menutup kilang berkapasitas 550 ribu barel per hari (bph) setelah terkena serangan drone dalam konflik antara Iran, Israel, dan AS.

Saat ini, ada dua kapal yang masih berada di dalam area teluk, yaitu Pertamina Pride yang dikelola oleh NYK Ship Management, dan Gamsunoro yang dikelola oleh Synergy Ship Management. Kedua kapal tersebut terus dipantau secara real time untuk memastikan kondisi keamanan.

“Sambil terus mengikuti perkembangan selama 24/7, kedua kapal kami upayakan segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” ujar Vega dalam keterangan resmi, Senin (2/3).

Pertamina akan terus memantau perkembangan kondisi keamanan di kawasan tersebut guna memastikan keamanan dan keselamatan para pekerja serta armada distribusi energi. Selain itu, perusahaan juga memastikan keselamatan para pekerja dan kru kapal yang berada di kawasan Timur Tengah dan terdampak akibat eskalasi konflik yang terjadi.

PIS memiliki kantor cabang di Dubai, yaitu PIS Middle East (PIS ME), yang saat ini terdapat 30 orang pekerja dan keluarganya. “Kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dalam kondisi aman, dan perusahaan terus memantau situasi di Dubai,” ujar Vega.

Vega menegaskan fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan keselamatan pekerja dan kru kapal serta keamanan operasional armada yang berada di jalur strategis.

Arab Saudi menutup kilang Ras Tanura sebagai langkah pencegahan. Namun, pasokan minyak dan produk turunannya ke pasar lokal tidak terganggu. Menurut laporan Reuters, ada dua drone yang ditangkap di area kilang tersebut dengan puing-puing yang menyebabkan kebakaran di titik-titik terbatas. Sejauh ini dilaporkan tidak ada korban luka akibat serangan tersebut. Ras Tanura terletak di pesisir Teluk Arab dan berfungsi sebagai terminal ekspor untuk minyak mentah Arab Saudi.

“Situasi di kilang minyak Ras Tanura berada di bawah kendali,” kata sebuah sumber. Meskipun demikian, pasar tetap khawatir karena tutupnya operasional kilang terjadi bersamaan dengan berhentinya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, salah satu rute pengiriman minyak utama dunia.

Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Setidaknya seperlima konsumsi minyak global melewati jalur tersebut. “Serangan terhadap kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi menandai eskalasi signifikan, dengan infrastruktur energi Teluk kini menjadi sasaran utama Iran,” kata analis utama Timur Tengah di firma intelijen risiko Verisk Maplecroft, Torbjorn Soltvedt.

Menurutnya, serangan tersebut kemungkinan bisa memicu Arab Saudi dan negara-negara di kawasan The Gulf Cooperation Council (GCC), seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Saudi Arabia, dan United Arab Emirates, untuk bergabung ke operasi militer AS dan Israel melawan Iran.

Pos terkait