Pertempuran Tak Terduga Dianggap Negatif Setelah Prediksi Kematian Petugas Korea Selatan

Aa1xlmmn 1
Aa1xlmmn 1

Kontroversi yang Menimpa Program “Battle of Fates”

Program survival show bertema okultisme, Battle of Fates, kembali menjadi sorotan setelah kembali menuai kritik. Kali ini, kontroversi muncul akibat penggunaan kasus kematian seorang anggota polisi sebagai materi dalam tayangan. Publik menilai acara tersebut tidak sensitif, sementara aparat dan keluarga korban menuntut pertanggungjawaban dari tim produksi.

Format kompetisi yang mengandalkan praktik ramalan dan analisis metafisika dinilai melampaui batas ketika menjadikan tragedi kematian aparat sebagai bahan permainan. Isu ini tidak hanya berkaitan dengan isi konten, tetapi juga menyentuh aspek etika penyiaran, proses perizinan, hingga tanggung jawab industri hiburan.

Apa Itu Battle of Fates?

Battle of Fates adalah program survival show yang mempertemukan berbagai ahli spiritual seperti dukun, peramal, pembaca tarot, serta ahli fisiognomi Korea dalam sebuah kompetisi. Para peserta diberi berbagai misi untuk dianalisis menggunakan metode spiritual atau metafisika.

Dalam setiap episode, peserta diminta menyimpulkan atau menafsirkan peristiwa tertentu berdasarkan data seperti nama, tanggal lahir, hingga foto subjek. Format tersebut dikemas dramatis untuk menarik perhatian penonton dan menonjolkan ketegangan antar peserta.

Kontroversi Pertama: Kematian Kim Cheol-hong

Kontroversi pertama Battle of Fates berawal dari misi yang membahas mendiang petugas pemadam kebakaran Kim Cheol-hong. Kim merupakan satu dari enam petugas yang tewas dalam Tragedi Kebakaran Hongje-dong pada Maret 2001 di Distrik Seodaemun, Seoul.

Dalam episode tersebut, peserta Battle of Fates diminta menyimpulkan penyebab kematian Kim menggunakan petunjuk berupa nama, foto, waktu lahir, serta tanggal wafatnya. Adegan tersebut memicu kritik karena dianggap tidak etis dan tidak sensitif terhadap keluarga korban.

Adik kandung korban, yang disebut sebagai Mr. A, menyatakan bahwa klaim acara untuk menghormati pengorbanan kakaknya hanyalah kedok untuk menghadirkan konten sensasional. Ia juga mempertanyakan apakah izin penggunaan informasi diperoleh secara jujur.

Kerabat lain, Mr. B, menyampaikan bahwa keluarga tidak menerima penjelasan yang memadai terkait penggunaan data pribadi korban. Serikat Pemadam Kebakaran turut bersuara dengan menyatakan bahwa kematian saat bertugas merupakan pengorbanan yang harus dihormati negara, bukan dijadikan bahan hiburan. Organisasi tersebut bahkan mempertimbangkan langkah hukum terhadap Battle of Fates.

Menanggapi kecaman tersebut, tim produksi Battle of Fates menyampaikan permintaan maaf. Produser mengklaim telah memperoleh persetujuan tertulis untuk menggunakan potret, nama, serta detail kelahiran almarhum. Mereka juga menyebut bahwa di lokasi syuting dilakukan mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi mendiang.

Namun, tim produksi juga mengakui bahwa beberapa anggota keluarga dan kerabat baru mengetahui detail proses perizinan setelah tayangan disiarkan. Produser menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga yang merasa terluka serta kepada rekan-rekan sesama pemadam kebakaran yang tersinggung akibat insiden tersebut.

Kontroversi Kedua: Istilah “Kalppang”

Belum reda kontroversi pertama, Battle of Fates kembali menuai kritik ketika membahas kematian polisi Lee Jae-hyun, yang gugur pada Agustus 2004 saat mencoba menangkap tersangka kekerasan di Seoul.

Dalam segmen tersebut, seorang peserta menggunakan istilah slang Korea “kalppang” yang berarti penusukan untuk menjelaskan penyebab kematian. Pembawa acara Jun Hyun-moo kemudian mengulang istilah tersebut saat menilai tingkat akurasi peserta.

Penggunaan istilah tersebut memicu kemarahan publik dan institusi kepolisian. Dewan Kerja Kepolisian Nasional menilai pernyataan itu sebagai bentuk penghinaan dan luka kedua bagi keluarga korban. Mereka menuntut permintaan maaf resmi, penghapusan episode dari seluruh platform, serta sanksi dari Komisi Standar Komunikasi Korea.

SM C&C selaku agensi Jun Hyun-moo menyampaikan permintaan maaf dan berjanji lebih berhati-hati di masa mendatang. Namun, hingga saat ini tim produksi Battle of Fates belum mengeluarkan pernyataan tambahan terkait kontroversi terbaru tersebut.

Pos terkait