DENPASAR – Koperasi Komotra Taxi Bali mulai memperkenalkan penggunaan mobil listrik sebagai pengganti armada lama yang sudah tidak layak pakai. Pembaruan ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi di Pulau Dewata.
Armada kendaraan yang digunakan berasal dari Green SM, sebuah perusahaan produsen kendaraan listrik asal Vietnam. Sebelum masuk ke Bali, Green SM telah melakukan ekspansi ke Jakarta dan Surabaya. Dengan bergabungnya Koperasi Komotra, perusahaan ini semakin memperluas jaringannya di Indonesia.
Dalam kerja sama ini, Green SM menyediakan teknologi platform, armada kendaraan sepenuhnya listrik, standar operasional, serta sistem pengembangan pengemudi. Sementara itu, Koperasi Komotra berkontribusi melalui pengalaman dan jaringan operasionalnya sebagai operator transportasi lokal di Bali.
Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menggabungkan teknologi mobilitas listrik dengan kapabilitas operasional di lapangan. Tujuannya adalah menciptakan model transportasi yang terstruktur, terkelola, dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kemitraan dengan Taksi Komotra mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem mobilitas yang berkualitas dan tertata dengan baik di Indonesia,” ujarnya. “Dengan memadukan kendaraan listrik, pengembangan pengemudi profesional, serta standar operasional yang jelas, kami ingin mendukung ambisi Bali dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan sekaligus menghadirkan perjalanan yang aman, andal, dan nyaman bagi masyarakat.”
Peluncuran ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas yang didorong oleh pertumbuhan pariwisata serta aktivitas transportasi harian masyarakat di Bali. Laporan Indonesia Tourism Outlook 2025 menunjukkan adanya pergeseran menuju perjalanan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Hal ini menegaskan relevansi mobilitas listrik dalam perencanaan pembangunan jangka panjang.
Berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlah tenaga kerja hijau di Indonesia diperkirakan mencapai 4,8–5,3 juta orang pada 2029, mencerminkan potensi ekonomi yang luas dari sektor industri berkelanjutan.
Ketua Koperasi Komotra H. Hasbi menjelaskan bahwa mobilitas listrik akan menjadi bagian dari standar baru dalam mendukung pariwisata dan transportasi sehari-hari di Pulau Dewata. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan, sekaligus mempersiapkan diri menuju masa depan transportasi yang berkelanjutan,” katanya.
I Nyoman Arthaya, Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Bali, menjelaskan bahwa proses peremajaan yang dilakukan oleh Koperasi Komotra Taxi Bali cukup panjang. Sejak pandemi Covid-19, hampir semua koperasi mengalami penurunan penumpang, sehingga berdampak ke pendapatan yang turun drastis.
“Keadaan ini juga menghambat proses peremajaan taksi di Bali. Pada 2023 dan 2025, Dinas Perhubungan mengeluarkan surat peringatan agar armada taksi yang sudah melewati usia 10 tahun diremajakan, jika tidak kuota akan diambil,” kata Arthaya.
Koperasi taksi pun terus menjajaki mitra yang bisa menyediakan armada kendaraan listrik baru, karena Pemprov Bali meminta peremajaan harus menggunakan kendaraan listrik. Arthaya menjelaskan bahwa baru pada 2025, Koperasi Komotra Taxi Bali bertemu dengan Green SM dan menyepakati kerja sama mulai 2026.





