Acara Buka Puasa Bersama Alumni Akpol 1991 Bhara Daksa
Jakarta – Gedung PTIK Jakarta menjadi tempat berlangsungnya acara buka puasa bersama keluarga besar Paguyuban Akpol 1991 Bhara Daksa, yang diadakan pada Senin (2/3) sore. Acara dengan tema “Guyub Rukun Sak Lawase Berkah Sedoyone” ini tidak hanya menjadi ajang reuni, tetapi juga sebagai sarana penguatan mental dan spiritual bagi para alumni, baik yang masih aktif maupun yang telah purnatugas.
Banyak alumni hadir dalam acara tersebut, termasuk Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Kabareskrim Komjen Syahardiantono, Asisten Operasi Kapolri Komjen Fadil Imran, serta Ketua Paguyuban Akpol 1991 Bhara Daksa Komjen Mohammad Iqbal. Selain itu, puluhan alumni angkatan 1991 beserta istri masing-masing turut hadir. Tidak ketinggalan, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud yang menyampaikan tausiah menjelang waktu berbuka.
Ketua Batalyon Akpol 1991 Komjen Pol Mohammad Iqbal dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang penuh kehangatan ini. Iqbal mengingatkan pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara pembagian takjil dan buka puasa bersama insan pers di Mabes Polri, tentang pentingnya menjaga silaturahmi, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Menurut Iqbal, di tengah derasnya arus informasi dan potensi perpecahan yang dapat dipicu oleh konten negatif, kebersamaan yang tulus menjadi benteng pertahanan paling kokoh bagi institusi. Ia mengajak seluruh alumni untuk menjadikan silaturahmi sebagai kebutuhan untuk saling menguatkan. Ia menegaskan bahwa jika mereka kompak dan saling menyayangi, insyaallah institusi akan semakin kuat menghadapi dinamika apa pun.
Iqbal juga mengajak seluruh alumni Akpol 1991 untuk memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di tengah berbagai isu yang mengemuka. Ia menekankan bahwa persatuan angkatan bukan sekadar jargon, melainkan fondasi yang harus terus dijaga, terutama ketika institusi sedang diuji.
Beliau sekarang sedang memimpin di tengah medan yang tidak mudah dan alumni kita dikenal sebagai alumni yang tangguh dan solid. Tugas kita adalah mendoakan dan memberi dukungan positif. Ini bukan soal siapa yang memimpin, tetapi soal bagaimana kita semua menjaga rumah kita bersama.
Sekretaris Jenderal DPD RI ini kemudian mengaitkan dukungan tersebut dengan berbagai langkah strategis yang telah diambil Kapolri dalam merespons dinamika publik. Iqbal menyoroti pernyataan Kapolri beberapa waktu lalu yang menegaskan bahwa Polri terbuka terhadap kritik masyarakat. Pernyataan Pak Kapolri bahwa Polri siap dikritik demi mewujudkan mandat reformasi menjadi civilian police yang dekat dan dicintai masyarakat. Ini adalah sikap negarawan yang patut kita dukung. Justru dengan keterbukaan seperti itu, Polri akan semakin kuat.
Suasana semakin khidmat ketika Dr KH Marsudi Syuhud menyampaikan tausiah menjelang berbuka puasa. Dalam ceramahnya, ia mengaitkan ibadah puasa dengan pembentukan karakter dan mental tangguh yang relevan bagi personel kepolisian. “Kita melakukan puasa di bulan Ramadhan ini, sesungguhnya tanpa sadar kita sedang memprogram ulang diri kita, keluarga kita, istri kita, anak kita, anggota kita, kesatuan kita, untuk menjadi orang yang sukses dan hebat,” ujar Marsudi mengawali tausiahnya.
Mengutip kitab Fathul Qarib dan riset Napoleon Hill, Marsudi menjelaskan bahwa puasa mengajarkan empat hal fundamental yang menjadi kunci kesuksesan, yaitu niat, disiplin diri, kemampuan mengendalikan perhatian, dan sikap mental positif. Dia menekankan bahwa dalam organisasi, konsistensi menjalankan aturan adalah kunci keberhasilan bersama.





