Pernyataan Partai Golkar Terkait OTT KPK terhadap Bupati Pekalongan
Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar, Wihaji, memberikan pesan penting kepada para kader partai agar bekerja sesuai aturan dan menjunjung prinsip kepatuhan. Pesan ini disampaikan setelah Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, yang merupakan kader Golkar, terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (3/3/2026).
“Kami sampaikan kepada semua kader partai Golkar yang bekerja di berbagai tempat, baik eksekutif maupun legislatif serta instansi lainnya, agar bekerja sesuai aturan,” ujar Wihaji saat berbicara kepada Tribun.
Dalam kasus ini, Wihaji menegaskan bahwa pihaknya akan sepenuhnya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Namun, jika Fadia Arafiq membutuhkan pendampingan dari partai, maka Partai Golkar siap memberikannya.
“Kami akan siapkan pendampingan bagi yang bersangkutan,” kata Wihaji, yang juga menjabat sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN.
Hal serupa disampaikan oleh Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan hukum bagi kadernya yang ditangkap oleh KPK.
Golkar saat ini masih menunggu hasil komunikasi dengan Fadia Arafiq, yang kini telah dibawa oleh penyidik KPK ke Jakarta. Saleh mengatakan bahwa pihaknya akan menunggu permintaan dari Fadia jika memang membutuhkan bantuan hukum.
“Iya, pendampingan hukum tentu kami akan menunggu permintaan dari Bu Fadia. Jika memang membutuhkan pendampingan hukum,” ujar Saleh kepada Tribun, Selasa (3/3/2026).
Fadia Arafiq adalah kader Golkar yang menjabat sebagai Bupati Pekalongan selama dua periode. Karir politiknya cukup moncer, terutama ketika ia menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan selama satu periode, yaitu dari 2016 hingga 2021.
Namun, kini karir politiknya terancam setelah tim penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap pemerintahan Fadia. Dari beberapa foto yang diterima Tribun, ruang kerja salah satu Bupati Perempuan di Jawa Tengah itu tampak disegel stiker berlogo KPK. Stiker tersebut menempel tepat di bawah gagang pintu.
Di atas pintu ruangan kerja orang nomor satu di Pekalongan, terpampang foto Fadia Arafiq yang tersenyum tipis. Penyidik KPK tidak hanya menyatroni ruangan Bupati, tetapi juga mengunjungi ruang kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), serta kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Belum diketahui secara spesifik apa kasus yang sedang dibedah oleh KPK di Kabupaten berjuluk Kota Santri ini. Sementara itu, Saleh mengetahui bahwa kadernya ditangkap KPK melalui media. Ia juga belum mengetahui detail persoalan yang menyandung kadernya.
“Ya, tahu dari media. Detail persoalan, belum tahu,” paparnya.
Meskipun demikian, pihaknya kini aktif melaporkan kondisi ini ke DPP Golkar. Terutama hal-hal atau informasi terkini dari gedung KPK. Pihaknya juga menghargai kinerja KPK dalam proses penangkapan ini.
“Kami tunggu hasil penyelidikan 1×24 jam dari KPK,” tambahnya.





