Petasan Meledak, Rumah Hancur 90 Persen, Satu Tewas dan Dua Luka-Luka

Petasan Meledak Di Malang Rumah Hancur Dan Satu Orang Tewas Yykiepl1ll 1
Petasan Meledak Di Malang Rumah Hancur Dan Satu Orang Tewas Yykiepl1ll 1

Kecelakaan Ledakan Petasan di Ponorogo Tewaskan Pelajar SMP

Kota Ponorogo, Jawa Timur, kembali berduka setelah terjadi kecelakaan yang menimpa Rifai Kurnia Putra, seorang pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Insiden tersebut terjadi di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Kejadian tragis ini mengakibatkan satu korban jiwa dan dua orang lainnya mengalami luka bakar parah.

Korban Jiwa dan Luka Bakar Serius

Rifai Kurnia Putra, yang dikenal sebagai siswa SMP, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat dampak ledakan petasan. Ia merupakan anak dari pemilik rumah yang menjadi tempat kejadian. Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menjelaskan bahwa korban meninggal adalah anak dari pemilik rumah tersebut.

Selain Rifai, dua korban lainnya juga terluka parah. Korban kedua, Ahmad Fato, warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, mengalami luka bakar hingga 90 persen. Saat ini, ia sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Harjono. Sebelumnya, ia dibawa ke Rumah Sakit Bantarangin.

Sementara itu, korban ketiga bernama Hindar Agusta, warga Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, mengalami luka bakar sebesar 16 persen. Ia juga sedang dirawat di RSUD Harjono.

Kerusakan Rumah Akibat Ledakan

Rumah milik Minten, ibu dari Rifai Kurnia Putra, mengalami kerusakan berat akibat ledakan tersebut. Diperkirakan kerusakan mencapai hampir 90 persen. Dari pantauan di lapangan, bagian atap rumah tampak rusak parah dengan genteng yang berjatuhan. Selain itu, kusen pintu juga hancur akibat tekanan ledakan.

Insiden tersebut terjadi pada Minggu sore menjelang waktu magrib. Lokasi kejadian berada di RT 02 RW 02 Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

Suasana Duka di Lokasi Kejadian

Di tengah suasana duka, Minten, ibu korban Rifai, terlihat terus memeluk tubuh anaknya. Tangisnya pecah saat petugas kepolisian melakukan pemeriksaan awal sebelum jenazah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Harjono Ponorogo.

Seorang saksi mata, Siswanto, menceritakan bahwa ketika ia tiba di lokasi kejadian, terdapat dua korban yang tergeletak. “Saat di sini dua-duanya masih hidup. Yang Rifai dipeluk ibunya. Yang satunya Toni saya bawa ke rumah sakit bantarangin pakai sepeda motor saya,” katanya.

Peristiwa yang Menggemparkan Warga Sekitar

Dentuman keras yang ditimbulkan oleh ledakan membuat warga sekitar berdatangan karena penasaran dengan sumber suara ledakan. Mereka berbondong-bondong datang untuk melihat kondisi rumah dan para korban.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang bahaya penggunaan petasan yang tidak aman. Penggunaan alat peledak semacam ini harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan kecelakaan serius.


Pos terkait