DENPASAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi peluang baru bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha. Komoditas yang dibutuhkan oleh dapur MBG antara lain telur, ayam, sayur, buah, dan berbagai bahan pangan lainnya. Namun, di Nusa Tenggara Barat (NTB), pemenuhan kebutuhan untuk dapur MBG masih belum optimal. Salah satu komoditas yang masih memerlukan bantuan adalah ayam dan telur.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal menyebutkan bahwa hanya sekitar 30% kebutuhan dapur MBG yang dapat dipenuhi oleh komoditas lokal, sementara sisanya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Menurutnya, jumlah dapur MBG di NTB mencapai 800 unit, tetapi pemenuhan kebutuhan pangan seperti telur hanya mencapai 30 persen dari peternak lokal.
“Jumlah dapur MBG di NTB mencapai 800. Namun, pemenuhan kebutuhan pangan seperti telur baru mencapai 30 persen dari peternak lokal, sementara sisanya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujar Iqbal.
Oleh karena itu, Iqbal mengajak masyarakat, baik UMKM maupun Koperasi Merah Putih, untuk aktif berperan dalam menyuplai kebutuhan dapur MBG. Untuk mendukung hal ini, pemerintah telah menyiapkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30 miliar di Bank NTB khusus untuk koperasi dan UMKM.
Pinjaman tersebut dapat dimanfaatkan oleh UMKM maupun Koperasi Merah Putih untuk ikut berperan aktif dalam menyediakan kebutuhan dapur MBG di wilayah NTB. Iqbal menjelaskan bahwa dana dengan bunga rendah ini diharapkan menjadi stimulan bagi koperasi untuk melakukan lompatan bisnis melalui penyusunan proposal usaha yang terukur.
“Ini peluang emas. Koperasi bisa menjadi pengepul hasil peternakan rumah tangga anggota untuk disuplai ke dapur-dapur MBG. Permintaannya sudah ada dan pasti, tinggal bagaimana koperasi mengatur manajemen suplainya,” kata Iqbal.
Iqbal juga menekankan bahwa koperasi bukanlah lembaga sosial, melainkan lembaga bisnis milik bersama. Anggota diminta untuk mengubah pola pikir bahwa kemajuan koperasi bergantung pada keaktifan anggotanya dalam bertransaksi dan mengembangkan unit usaha.
“Koperasi adalah institusi bisnis dengan prinsip dari, oleh, dan untuk anggota,” ujar Iqbal.
Peluang Usaha yang Menguntungkan
Berikut beberapa peluang usaha yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di NTB:
-
Peternakan ayam dan telur
Dengan permintaan yang stabil dari dapur MBG, peternak bisa meningkatkan produksi dan menjual ke koperasi atau UMKM yang bertindak sebagai pengepul. -
Pengadaan sayuran dan buah-buahan
Petani lokal bisa bekerja sama dengan pihak-pihak yang membutuhkan komoditas segar untuk kebutuhan dapur MBG. -
Pengolahan pangan
UMKM bisa mengembangkan usaha pengolahan pangan seperti membuat makanan siap saji atau camilan yang sesuai dengan kebutuhan dapur MBG. -
Pengangkutan dan distribusi
Jasa pengangkutan dan logistik juga menjadi peluang usaha baru, terutama untuk mendistribusikan produk-produk pertanian ke berbagai dapur MBG.
Manfaat Dana KUR
Dana KUR yang disediakan pemerintah memiliki beberapa manfaat, antara lain:
-
Modal usaha yang terjangkau
Bunga yang rendah membuat para pelaku usaha bisa memperluas usaha tanpa terbebani biaya pinjaman yang tinggi. -
Peningkatan ekonomi masyarakat
Dengan modal yang cukup, UMKM dan koperasi bisa berkembang, sehingga memberikan dampak positif pada perekonomian daerah. -
Keterlibatan langsung masyarakat
Pemenuhan kebutuhan dapur MBG secara lokal akan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perekonomian daerah.
Peran Koperasi dalam Ekonomi Daerah
Koperasi memiliki peran penting dalam membangun perekonomian daerah. Berikut beberapa aspek yang perlu diperhatikan:
-
Prinsip kerja sama
Koperasi didirikan dengan prinsip dari, oleh, dan untuk anggota. Ini berarti semua kebijakan dan keputusan harus diambil dengan melibatkan anggota. -
Pengembangan usaha
Anggota koperasi perlu aktif dalam bertransaksi dan mengembangkan unit usaha agar koperasi bisa berkembang. -
Manajemen yang baik
Koperasi perlu memiliki sistem manajemen yang terstruktur agar bisa mengelola suplai dan distribusi barang secara efisien.





