Jakarta – PT Sang Hyang Seri (SHS) dan PT Pupuk Indonesia Niaga (PI Niaga) mengumumkan kemitraan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi rantai pasok pertanian. Kemitraan antara anggota Holding Pangan ID FOOD dan Holding Pupuk Indonesia ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Penunjukan Distributor Benih Padi di kantor SHS, Jakarta, pada Senin (2/3/2026).
Kerja sama ini dirancang untuk menciptakan sinergi usaha yang saling menguntungkan dengan memadukan kompetensi inti masing-masing perusahaan. Direktur Utama SHS Adhi Cahyono Nugroho menjelaskan bahwa SHS sebagai produsen benih nasional berperan menyediakan benih berkualitas, sementara PI Niaga akan memaksimalkan jaringan distribusi dan perdagangan yang dimilikinya.
“Dengan dukungan distribusi dari PI Niaga, kami optimistis benih unggul SHS dapat menjangkau petani secara lebih luas dan tepat waktu, guna mendukung produktivitas pertanian nasional,” ujar Adhi dalam keterangan tertulis.
Direktur Utama PI Niaga Trudo HD juga menyambut baik kemitraan ini sebagai upaya bersama untuk memperkuat lini bisnis perdagangan perusahaan. Menurut Trudo, PI Niaga sebagai distributor akan memastikan ketersediaan benih padi berkualitas di pasar semakin terjaga.
“Ini pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi para petani,” ujar Trudo.
Trudo menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar transaksi bisnis, tetapi penyatuan perusahaan yang menangani ekosistem pertanian. Ia menjelaskan bahwa SHS fokus pada kualitas genetik benih, sementara PI Niaga memastikan aksesibilitasnya.
“Ini solusi end-to-end bagi petani Indonesia. Ini akan membawa infrastruktur distribusi dan pengalaman komersial PI Niaga untuk memastikan benih padi unggul dari SHS tersedia tepat waktu dan tepat lokasi,” ucap Trudo.
Menurut Trudo, sinergi antarholding BUMN adalah kunci efisiensi rantai pasok pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa kedua belah pihak sepakat bahwa peluang kerja sama ini akan senantiasa dilandasi iktikad baik, kepatuhan terhadap hukum yang berlaku, serta penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
“Melalui penandatanganan ini, SHS dan PI Niaga berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian Indonesia, sekaligus memperkokoh posisi BUMN sebagai pilar utama kedaulatan pangan,” kata Trudo.
Manfaat Kerja Sama
Berikut beberapa manfaat dari kerja sama antara SHS dan PI Niaga:
-
Peningkatan Akses Petani
Dengan jaringan distribusi yang dimiliki PI Niaga, benih unggul SHS dapat lebih mudah diakses oleh petani di berbagai daerah. Hal ini akan mempercepat proses distribusi dan meningkatkan efisiensi. -
Peningkatan Produktivitas Pertanian
Penggunaan benih berkualitas yang tersedia secara cepat dan tepat waktu akan berdampak positif pada hasil panen petani. Dengan demikian, produktivitas pertanian nasional bisa meningkat. -
Kemudahan Pasokan Benih
PI Niaga akan memastikan ketersediaan benih padi berkualitas di pasar. Ini akan membantu mengurangi risiko kelangkaan benih yang sering terjadi di musim tanam. -
Penguatan Ekosistem Pertanian
Kemitraan ini tidak hanya terbatas pada distribusi benih, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pertanian yang lebih lengkap. Dengan kolaborasi ini, SHS dan PI Niaga dapat saling mendukung dalam memenuhi kebutuhan petani.
Tantangan dan Peluang
Meski kemitraan ini menawarkan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah koordinasi antara dua perusahaan besar yang memiliki struktur dan tujuan operasional berbeda. Namun, jika dikelola dengan baik, kemitraan ini bisa menjadi contoh sukses dalam integrasi antar-BUMN.
Selain itu, peluang untuk memperluas kerja sama juga terbuka lebar. Misalnya, keduanya bisa bekerja sama dalam bidang lain seperti pengadaan pupuk, pemasaran hasil pertanian, atau pendidikan petani. Dengan demikian, kemitraan ini bisa menjadi fondasi untuk inisiatif-inisiatif lain yang bertujuan memajukan sektor pertanian.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, SHS dan PI Niaga berharap dapat menjadi contoh dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui kolaborasi yang kuat dan saling mendukung, kedua perusahaan siap berkontribusi dalam menjawab tantangan pertanian di masa depan.





