Pidato Kadin AS, Prabowo Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih dari 5%

Aa1wciae
Aa1wciae



Presiden Prabowo Subianto memperlihatkan kinerja ekonomi Indonesia di hadapan para pengusaha Amerika Serikat dalam forum Business Summit yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) AS di Washington D.C. Dalam pidatonya, ia menyampaikan kekuatan dasar ekonomi nasional serta strategi efisiensi fiskal pemerintah yang dianggap sebagai kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Di depan para pemimpin bisnis dari AS dan Indonesia, Prabowo menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap stabil di atas 5 persen meskipun menghadapi ketidakpastian global. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah mampu menekan anggaran untuk menjalankan program prioritas.

“Ekonomi kami tumbuh stabil di atas 5 persen. Kami akan terus menjaga momentum ini dan secara pribadi saya yakin pertumbuhan kami akan jauh lebih tinggi tahun ini. Indikator nyata sudah mulai terlihat, kami menggerakkan ekonomi dari akar rumput,” ujarnya pada Rabu (18/2) malam waktu AS.

Menurutnya, stabilitas makro tersebut didukung oleh disiplin fiskal, inflasi yang terkendali, serta arus investasi asing langsung yang dinilai sehat. Ia menyebutkan bahwa Indonesia mencatat realisasi investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) sekitar USD 53 miliar pada tahun lalu.

“Dan saya rasa ini mencerminkan kepercayaan nyata terhadap ekonomi kami, potensinya, stabilitas politik kami, serta arah kebijakan kami,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tumbuh solid sebesar 5,11 persen secara tahunan (year on year), tertinggi sejak 2023, meskipun di bawah target APBN 5,2 persen. Sedangkan kuartal IV 2025 naik 5,39 persen.

Klaim Hemat USD 18 Miliar dalam Tiga Bulan



Selain menyoroti pertumbuhan ekonomi, Prabowo juga memperlihatkan langkah efisiensi anggaran yang menjadi salah satu agenda awal pemerintahannya. Ia mengungkapkan bahwa penghematan besar berasal dari pemangkasan proyek tidak produktif dan berbagai belanja seremonial pemerintah.

“Dalam beberapa bulan pertama memimpin negara ini, saya telah menghemat anggaran negara sekitar USD 18 miliar. Penghematan ini berasal dari inefisiensi dan proyek-proyek yang tidak produktif,” jelasnya.

Prabowo memberikan contoh kebijakan pembatalan banyak kegiatan seremonial serta pembatasan perjalanan dinas luar negeri yang sebelumnya menelan biaya besar.

“Setiap institusi pemerintah menghabiskan cukup banyak uang untuk upacara atau seremonial. Jadi, saya batalkan saja itu semua,” ujar Prabowo.

Ia juga menyoroti praktik studi banding ke luar negeri yang dinilai tidak efektif sebagai bagian dari penghematan belanja negara.

Prabowo menegaskan bahwa penghematan tersebut bukan sekadar pengurangan anggaran, melainkan realokasi untuk program prioritas yang berdampak langsung ke masyarakat.

“Ini adalah relokasi sumber daya. Dana yang saya selamatkan itu bisa saja lenyap karena korupsi,” jelasnya.

Dana efisiensi dialihkan ke berbagai program sosial dan pembangunan, termasuk inisiatif makan gratis serta digitalisasi pendidikan yang menjadi agenda utama pemerintahannya.

Sinyal Positif ke Investor

Dalam forum bisnis tersebut, Prabowo menekankan stabilitas ekonomi, disiplin fiskal, dan upaya efisiensi pemerintah menjadi pesan kuat bagi investor global. Ia menilai kepastian kebijakan dan tata kelola yang lebih baik merupakan faktor kunci untuk menarik investasi jangka panjang.

“Tidak ada yang ingin berinvestasi dalam situasi ketidakpastian. Saya yakin akan pentingnya supremasi hukum dan tata kelola yang baik,” tegasnya.

Pidato ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi strategis di kawasan Indo-Pasifik, dengan pertumbuhan stabil dan agenda reformasi fiskal sebagai daya tarik utama.

Pos terkait