Program “Senyum PKK” untuk Bantu Lansia dan Dhuafa di Kabupaten Nunukan
Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan meluncurkan program baru bernama “Senyum PKK” yang bertujuan memberikan bantuan sembako kepada lansia dan dhuafa selama momentum Ramadan 2026. Program ini diluncurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi dan fisik.
Program ini akan menyalurkan total sebanyak 367 paket bantuan sembako yang berasal dari dana internal PKK. Bantuan tersebut akan disalurkan secara bertahap ke seluruh wilayah Kabupaten Nunukan. Setiap paket berisi beras seberat 5 kilogram, minyak goreng, dan gula. Penyaluran bantuan ini dilakukan di 21 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut.
Pelaksanaan Kegiatan di Berbagai Wilayah
Kegiatan “Senyum PKK” dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Ny Andi Annisa Muthia Irwan, bersama Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Ny Susanti Hermanus. Pada tahap awal, penyaluran bantuan dilakukan di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan. Jumlah penerima bantuan di dua kecamatan ini mencapai sekitar 22 orang, sedangkan di kecamatan lain rata-rata sebanyak 17 orang, sesuai dengan jumlah penduduk setempat.
Ny Andi Annisa Muthia menjelaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk memuliakan orang tua dan membantu warga yang hidup sebatang kara. Ia mengatakan bahwa banyak lansia yang saat ini memiliki keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik yang memprihatinkan. Oleh karena itu, program ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Harapan dan Keinginan untuk Terus Berlanjut
Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut setiap tahun, dengan mempertimbangkan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Meskipun jumlah penerima bantuan bisa berbeda setiap tahun, ia yakin bahwa program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lansia dan dhuafa di lingkungan sekitar.
“Kita jangan hanya melihat yang ada di panti asuhan. Bukan berarti tidak penting, tapi ternyata kaum dhuafa dan lansia juga sangat membutuhkan perhatian,” ujarnya.
Cerita tentang Seorang Lansia yang Hidup Sendiri
Ny Andi Annisa juga menceritakan kondisi salah satu lansia di Nunukan Selatan yang hidup sendiri dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan akibat diabetes. Lansia tersebut tidak bisa berjalan dan berdiri, serta tidak ada yang merawatnya. Bahkan untuk makan, ia hanya mengonsumsi nasi yang dimasak dengan rice cooker.
“Kaum dhuafa dan lansia ini sangat-sangat butuh perhatian,” katanya.
Tanggapan dari Lurah dan Penerima Bantuan
Lurah Nunukan Barat, Zuljiansyah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan. Ia mengatakan bahwa dengan adanya kunjungan tersebut, warga sangat bangga dan bersyukur mendapatkan bantuan.
Sebelumnya, Lurah Nunukan Barat mengusulkan delapan warga sebagai penerima bantuan, dan seluruhnya dapat terakomodir. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.
Salah satu penerima bantuan, Jaang Ancung, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya dan berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan.





