PLN Distribusikan 23.040 Unit REC Listrik Hijau ke Borneo Indobara

Aa1u6qpm 1
Aa1u6qpm 1

Penyaluran Listrik Hijau untuk Mendukung Pertambangan Ramah Lingkungan

PT PLN (Persero) kembali menyalurkan 23.040 unit Renewable Energy Certificate (REC) atau setara dengan 23 megawatt hour (MWh) listrik hijau kepada PT Borneo Indobara. Penyaluran ini dilakukan melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, yang menunjukkan komitmen kuat dari kedua pihak dalam mendorong praktik pertambangan ramah lingkungan atau green mining.

Dengan tambahan REC terbaru ini, total penggunaan REC oleh PT Borneo Indobara meningkat menjadi 42.096 unit atau setara 42 MWh. Angka ini lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, yaitu 19.056 unit sejak tahun 2023. Capaian ini menjadikan PT Borneo Indobara sebagai pengguna REC terbesar di wilayah Kalimantan.

Raden Utoro, Chief Operating Officer PT Borneo Indobara, menyampaikan bahwa kebutuhan listrik perusahaan diperkirakan akan mencapai 200–240 megavolt ampere (MVA) pada tahun 2028. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan pasokan listrik yang andal serta rendah emisi, sesuai dengan arah kebijakan pemerintah menuju pertambangan berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa komitmen terhadap green mining juga diwujudkan melalui elektrifikasi armada operasional perusahaan. PT Borneo Indobara menargetkan sebanyak 25% armada beralih ke listrik pada tahun 2026, meningkat menjadi 75% pada 2028, dan berupaya mencapai nol emisi antara 2028 hingga 2029.

Adi Priyanto, Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), mengatakan bahwa kolaborasi dengan pelaku industri menjadi kunci percepatan transisi energi. Menurutnya, PLN tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menawarkan produk hijau seperti REC untuk membantu pelanggan industri meningkatkan daya saing sekaligus berkontribusi pada agenda transisi energi nasional, khususnya dalam bidang green mining.

Iwan Soelistijono, General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, menilai bahwa pemanfaatan REC oleh PT Borneo Indobara dapat menjadi tolok ukur transformasi energi bersih di sektor pertambangan. REC merupakan bagian dari layanan Green Energy as a Service (GEAS) PLN yang menjamin penggunaan energi baru terbarukan (EBT) secara transparan dan diakui internasional melalui sistem pelacakan APX Tradable Instrument for Global Renewables (TIGRs).

Selama tahun 2025, penjualan REC PLN secara nasional mencapai 6,43 terawatt hour (TWh), meningkat sebesar 19,65% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan meningkatnya minat industri terhadap energi hijau, yang semakin menjadi prioritas dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Inisiatif dan Target Jangka Panjang

Beberapa inisiatif yang telah dijalankan oleh PT Borneo Indobara dan PLN menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan. Dalam hal elektrifikasi armada, target yang ditetapkan sangat ambisius dan menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam mengurangi emisi karbon. Dengan adanya peralihan ke energi listrik, perusahaan tidak hanya memenuhi standar lingkungan, tetapi juga memperkuat posisi mereka di pasar global yang semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Selain itu, kerja sama antara PLN dan PT Borneo Indobara juga memberikan contoh nyata tentang bagaimana sektor swasta dan pemerintah dapat bekerja sama dalam mewujudkan visi transisi energi nasional. Melalui program GEAS, PLN menawarkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efisien dan bisa diakses oleh berbagai pelaku bisnis.

Dengan capaian yang tercatat selama tahun 2025, PLN telah membuktikan bahwa permintaan akan energi hijau terus meningkat, baik dari segi jumlah maupun penggunaannya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku bisnis semakin sadar akan pentingnya penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Pengembangan dan pemanfaatan energi hijau seperti REC adalah langkah penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan sumber daya yang lebih berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara PLN dan PT Borneo Indobara, Indonesia semakin dekat pada tujuan transisi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Komitmen untuk mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi energi harus terus dijaga dan diperluas, karena hal ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang. Dengan adanya inisiatif seperti REC dan GEAS, diharapkan dapat menjadi model yang dapat diikuti oleh perusahaan lain di berbagai sektor.

Pos terkait