Plosojenar Ponorogo: Ledakan Petasan Tewaskan 1 Siswa SMP dan 1 Luka Berat

4af65240 D2f9 4d40 B06a 7cf02d56e267 169 1
4af65240 D2f9 4d40 B06a 7cf02d56e267 169 1

Ledakan Petasan di Ponorogo Tewaskan Seorang Pelajar SMP

Pada hari Minggu (1/3/2026) sore menjelang magrib, sebuah ledakan yang sangat keras terdengar di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Ledakan tersebut terjadi di dalam rumah milik Minten, warga RT 02 RW 02, Desa Plosojenar.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian ini menewaskan satu orang pelajar SMP dan melukai satu orang lainnya. Korban pertama, Reva (16 tahun), adalah anak dari pemilik rumah, sedangkan korban kedua, Toni, merupakan warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo.

Saksi Mata Menceritakan Peristiwa Mengerikan

Siswanto, salah satu saksi mata, mengungkapkan bahwa ia mendengar ledakan tersebut secara langsung dan segera berlari menuju lokasi kejadian. Ia mengatakan bahwa ketika sampai di tempat kejadian, dua korban sudah tergeletak di lantai.

“Keduanya masih hidup saat saya tiba. Reva dipeluk oleh ibunya, sedangkan Toni saya bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Bantarangin menggunakan sepeda motor saya,” ujarnya dengan suara masih gemetar.

Ia juga menyebutkan bahwa ledakan tersebut sangat hebat dan membuat suasana di sekitar lokasi menjadi kacau. Saat itu, banyak warga yang berkerumun dan mencoba membantu korban.

Penyebab Diduga Akibat Ledakan Petasan

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, penyebab utama kecelakaan ini diduga kuat berasal dari ledakan petasan. Ia menyatakan bahwa ada dua korban yang terluka, yaitu satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka berat.

“Dugaannya memang ledakan petasan. Ada dua korban. Satu meninggal dunia dan satu lain luka-luka. Sebentar ya saya masih olah TKP,” ujar AKP Imam Mujali.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui detail lengkap dari peristiwa tersebut. Termasuk memastikan apakah ledakan tersebut disebabkan oleh kesalahan penggunaan petasan atau faktor lainnya.

Tanggapan dari Keluarga Korban

Sementara itu, keluarga korban masih dalam kondisi shock dan tidak bisa memberikan komentar lebih lanjut. Ibu dari Reva, yang juga hadir di lokasi kejadian, tampak sangat sedih dan terus memeluk putranya yang sudah tidak bernapas lagi.

Para tetangga dan warga sekitar juga turut merasa prihatin atas kejadian ini. Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali, terutama di lingkungan yang ramai penduduk.

Langkah Pencegahan dan Edukasi

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang bahaya penggunaan petasan, terutama bagi anak-anak. Banyak ahli dan tokoh masyarakat menyarankan agar pemerintah setempat memberikan edukasi lebih lanjut tentang keselamatan dalam menggunakan alat-alat peledak seperti petasan.

Selain itu, mereka juga menyarankan agar ada penegakan hukum yang lebih ketat terhadap penjualan dan penggunaan petasan yang tidak memiliki izin resmi.

Pos terkait