PLTBm Kuala Mandor 5 MW mulai beroperasi, tingkatkan pasokan listrik hijau Kalbar

Img 20220827 Wa0015 1 1
Img 20220827 Wa0015 1 1

Proyek PLTBm Kuala Mandor: Langkah Penting Menuju Energi Berkelanjutan

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Kuala Mandor di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, merupakan langkah strategis dalam mendukung transisi energi nasional menuju Net Zero Emission. Dengan kapasitas 5 Mega Watt (MW), proyek ini diharapkan mampu memperkuat sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

Proyek ini resmi dioperasikan oleh PT Pundi Global Investama pada Senin, 2 Maret 2026. Peresmian dilakukan secara langsung oleh Direktur Manajemen Pembangkit PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, dan Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, di lokasi pembangkit.

Peran PLTBm dalam Transisi Energi

PLTBm Kuala Mandor menjadi bagian dari upaya pemerintah dan pelaku bisnis untuk beralih ke sumber energi terbarukan. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal, proyek ini tidak hanya berkontribusi pada pasokan listrik yang stabil, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan diesel.

Direktur Manajemen Pembangkit PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menyatakan bahwa pengoperasian PLTBm ini adalah pencapaian luar biasa. Di tengah tren penurunan produksi batu bara kalori menengah ke atas secara nasional, pengembangan energi terbarukan seperti biomassa menjadi jawaban mutlak.

“Kehadiran pembangkit ini sangat penting karena dua hal utama. Pertama, sebagai solusi atas semakin langkanya suplai batu bara di masa depan. Kedua, ini adalah pembangkit yang sangat pro-green yang secara langsung akan mengurangi ketergantungan kita pada pembangkit berbahan bakar fosil dan diesel di berbagai wilayah,” ujar Rizal dalam sambutannya.

Rizal juga menekankan potensi ekspansi kapasitas di masa depan, mengingat ekosistem biomassa di Kubu Raya sangat menjanjikan. “Kami melihat peluang untuk ekstensi hingga 10 MW, 15 MW, bahkan 20 MW. Secara nasional, potensi biomassa mencapai 10 hingga 15 GW, dan Kalimantan Barat adalah salah satu penyumbang terbesar. PLN akan memberikan perhatian penuh pada daerah yang memiliki ketersediaan suplai biomassa yang kuat,” tambahnya.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Selain aspek energi, proyek ini turut menciptakan lapangan kerja baru melalui skema penyediaan bahan baku oleh masyarakat lokal. Terbentuknya ekosistem suplai biomassa ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga di sekitar pembangkit.

Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menyambut baik kehadiran PLTBM ini sebagai pemicu investasi hijau di daerahnya. Ia mengapresiasi kehadiran langsung jajaran direksi PLN sebagai bentuk komitmen serius pusat terhadap potensi daerah. “Kami berterima kasih kepada PLN dan PT Pundi Global Investama. Bahan baku biomassa melimpah di Kalimantan Barat. Yang terpenting adalah sinergi antara pengusaha, pembeli seperti PLN, dan dukungan pembiayaan perbankan. Semuanya harus berjalan beriringan,” tutur Sukiryanto.

Dalam kesempatan tersebut, Sukiryanto juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sampah wilayah terpadu (Kubu Raya, Pontianak, Mempawah). “Pemerintah daerah berharap ada inovasi teknologi serupa untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Fokus kami bukan pada keuntungan (margin), melainkan pada penuntasan masalah lingkungan. Kami ingin sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan sumber energi,” tutupnya.

Potensi Ekspansi dan Keberlanjutan

PLTBm Kuala Mandor tidak hanya menjadi pilot project, tetapi juga membuka peluang untuk ekspansi lebih lanjut. Dengan potensi biomassa yang besar, proyek ini dapat berkembang hingga 20 MW, yang akan memberikan dampak signifikan terhadap pasokan listrik dan pengurangan emisi karbon.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Dengan sinergi yang baik, PLTBm Kuala Mandor bisa menjadi contoh nyata dalam pengembangan energi berkelanjutan yang ramah lingkungan.


Pos terkait