Kondisi Jalan Poros Makassar-Palopo di Luwu Mengkhawatirkan
Di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, sejumlah batang pohon yang berada di jalan poros Makassar-Palopo mulai mengalami kerusakan. Dahan pohon yang lapuk dan tidak terawat telah tumbang di beberapa titik, khususnya di Kecamatan Suli. Kondisi ini menimbulkan risiko bagi pengendara yang melintasi jalan tersebut.
Warga setempat, Irham, menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi pohon yang sudah mulai lapuk. Ia menyarankan agar dilakukan pemangkasan dahan pohon yang sudah tidak sehat. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah dahan yang tumbang menghalangi lalu lintas kendaraan, terutama karena jalan ini menjadi jalur utama antar provinsi.
“Harusnya mulai dipangkas, mengingat persiapan juga untuk mudik. Apalagi Luwu ini jalur lintasan antar provinsi juga,” ujarnya kepada , Senin (2/3/2026) sekitar pukul 16.50 Wita sore.
Irham menyayangkan bahwa dahan pohon yang tumbang dibiarkan tanpa penanganan selama lebih dari seminggu. “Lama memang mi di situ, tidak ada juga yang pangkas, masih menggelantung di situ,” tambahnya.
Plt Kadis Perhubungan Luwu, Zulkarnain, menjelaskan bahwa kewenangan pemangkasan dahan pohon berada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun, pihaknya akan berkoordinasi dengan DLH untuk segera melakukan pemangkasan pada dahan pohon yang mulai lapuk.
“Kami akan support armada untuk pemangkasan,” ujarnya.
Pengaspalan Jalan Jelang Mudik
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan merencanakan pengaspalan di Kabupaten Luwu hingga Kota Palopo. Pengaspalan akan dimulai pada 12 Februari mendekati mudik Ramadan 1447 Hijriah hingga 31 Desember.
Khusus di Luwu, BBPJN menyasar wilayah Jl Poros Makassar-Palopo yang berlokasi di Kecamatan Larompong dan Suli. Pekerjaan ini meliputi pemeliharaan rutin kondisi jalan serta penutupan lubang-lubang yang tersebar di wilayah Kabupaten Luwu dan Kota Palopo.
“Berupa pemeliharaan rutin kondisi dan holding berupa penutupan lubang-lubang yang tersebar untuk wilayah Kabupaten Luwu Kota Palopo,” jelas PPK 2.2 PJN Wilayah II Sulsel, Muhammad Rizal kepada , Senin (16/2/2026) sekitar pukul 11.03 Wita siang.
Dalam proyek ini, anggaran sebesar Rp34 miliar dialokasikan untuk pengaspalan dan pemeliharaan jalan. Selain itu, akan ada rehabilitasi empat jembatan dan penanganan titik longsor di kilometer 374+600 mengarah Toraja.
“Rehabilitasi jembatan meliputi jembatan Tobemba, Suli, Bua, dan Tandung,” ungkapnya.
Rizal menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan tahap mobilisasi alat berat menuju lokasi pengaspalan jalan. Mobilisasi peralatan di lapangan antara lain ekskavator, pemadat atau tandem roller, serta dump truck.





