Polda Lampung: Belum Ada Permintaan Tertibkan Jasa Tukar Uang Ilegal

Jasa Tukar Uang Madiun 6zxo Dom 1
Jasa Tukar Uang Madiun 6zxo Dom 1

Polda Lampung Belum Terima Permintaan Penertiban Tukar Uang Ilegal

Polda Lampung mengaku belum menerima permintaan dari Bank Indonesia (BI) terkait penertiban tukar uang baru yang dilakukan di luar jalur resmi. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, saat diwawancarai melalui WhatsApp.

Menurut Yuni, hingga saat ini belum ada permintaan dari BI untuk melakukan penertiban terhadap jasa penukaran uang baru yang beroperasi di luar sistem resmi. Namun, ia tetap mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh BI dalam hal penukaran uang menjelang Lebaran.

Imbauan BI dan Aplikasi Resmi

Bank Indonesia Lampung telah memberikan peringatan keras kepada warga yang melakukan tukar uang melalui jalur tidak resmi. Mereka menekankan pentingnya menggunakan saluran resmi agar keaslian uang dapat dipastikan.

Yuni juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi pintar.bi.go.id sebagai media tukar uang baru. Dengan menggunakan layanan ini, masyarakat tidak perlu membayar biaya tambahan dan dapat memastikan keasliannya.

Jasa Penukaran Uang Marak di Bandar Lampung

Jasa penukaran uang baru pecahan kecil semakin marak di Kota Bandar Lampung menjelang Lebaran. Pantauan pada Minggu (1/3/2026) pukul 13.00 WIB menunjukkan bahwa banyak warga yang menyediakan layanan tersebut di sejumlah titik strategis, seperti di Jalan ZA Pagar Alam dan pasar-pasar.

Di beberapa lokasi, terlihat kardus yang di atasnya terpampang uang dua gepok pecahan Rp5.000 dan Rp2.000 berjejer. Selain itu, terdapat papan merah berukuran sekitar 30 cm yang bertuliskan “Penukaran Uang Baru” dengan tanda panah yang menunjukkan nominal uang yang ditukar, yaitu Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, dan Rp50.000.

Pengakuan Warga yang Menyediakan Jasa Penukaran Uang

Seorang warga bernama Ahmad yang menyediakan jasa penukaran uang baru mengaku tidak mengetahui adanya larangan dari BI untuk membuka layanan tersebut. Menurutnya, banyak warga yang memakai jasanya meskipun harus membayar lebih dari nominal yang ditukar.

Ahmad juga mengatakan bahwa aktivitasnya ini bukan yang pertama kalinya. Setiap menjelang Lebaran, ia selalu membuka lapak jasa penukaran uang baru tersebut. Ia menegaskan bahwa selama ini tidak pernah ada masalah dan uang baru yang disediakannya selalu habis ditukar warga.

Peringatan dan Kesadaran Masyarakat

Meski demikian, polisi tetap mengimbau masyarakat untuk memperhatikan aturan dan memastikan keaslian uang yang diterima. Mereka menyarankan agar warga memilih jalur resmi untuk menghindari risiko penipuan atau uang palsu.




Pos terkait