Penangkapan Kasat Reserse Narkoba Polres Toraja Utara
Polda Sulawesi Selatan telah melakukan penangkapan terhadap dua anggota polisi yang terlibat dalam dugaan keterlibatan dalam kasus narkoba. Keduanya adalah AKP Arifan Efendi, Kasat Reserse Narkoba Polres Toraja Utara, dan Aiptu Nasrul, Kanit Narkoba. Penangkapan ini dilakukan setelah adanya indikasi bahwa keduanya terkait dengan peredaran obat terlarang di wilayah Toraja.
Penangkapan tersebut berawal dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik, yang menunjukkan bahwa kedua tersangka diduga terlibat dalam kasus narkoba yang melibatkan bandar besar di wilayah Toraja. Hasil pemeriksaan kemudian ditindaklanjuti oleh tim khusus dari Polda Sulsel untuk mendalami dugaan tersebut.
Kabid Propam Polda Sulsel, Zulham Effendy, mengonfirmasi penangkapan tersebut. Ia menyatakan bahwa kedua anggota polisi itu telah diamankan dan menjalani Penempatan Khusus (patsus) sebagai bagian dari proses pemeriksaan awal.
“Saat ini sudah diamankan dan dilakukan penempatan khusus untuk pemeriksaan awal,” ujar Zulham pada hari Minggu (22/2).
Menurut Zulham, pemeriksaan internal masih terus berlangsung untuk mengetahui peran masing-masing tersangka. Ia menegaskan bahwa Polda Sulsel tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap anggotanya yang terlibat dalam kasus narkoba.
“Siapapun anggota yang terlibat narkoba akan kita proses pidana dan kode etik. Tidak ada ruang untuk main-main, apalagi masalah narkoba,” tegasnya.
Awal Terungkapnya Kasus
Terungkapnya kasus ini bermula dari penangkapan tersangka ET alias O oleh Satuan Narkoba Polres Tana Toraja pada 28 Januari 2026. Dalam pemeriksaan, ET mengungkap adanya dugaan aliran dana dari jaringan narkoba kepada oknum polisi di Polres Toraja Utara. ET alias O mengaku menyetor uang sebesar Rp 13 juta setiap pekan kepada oknum tersebut.
Hal ini menjadi dasar bagi Polda Sulsel untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akhirnya menangkap dua anggota polisi yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Proses hukum akan terus berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Proses Hukum yang Dilakukan
Proses hukum terhadap kedua tersangka akan dilakukan secara transparan dan tegas. Polda Sulsel memastikan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin atau tindakan ilegal yang dilakukan oleh anggotanya. Selain itu, proses pemeriksaan internal juga akan terus berlangsung untuk memastikan kebenaran informasi yang diperoleh.
Seluruh langkah yang diambil oleh Polda Sulsel bertujuan untuk menjaga integritas institusi kepolisian serta memberikan rasa aman bagi masyarakat. Dengan tindakan tegas terhadap pelaku, diharapkan dapat menjadi contoh bagi anggota lainnya agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal.
Langkah Masa Depan
Dalam waktu dekat, Polda Sulsel akan terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh unit kerja guna mencegah terjadinya kejadian serupa. Selain itu, pihak kepolisian juga akan meningkatkan koordinasi dengan lembaga-lembaga lain untuk memastikan bahwa peredaran narkoba dapat diminimalisir.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menjaga nama baik institusi kepolisian. Dengan komitmen kuat dari Polda Sulsel, diharapkan bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai.





