Penyebab Kematian Remaja di Atas Plafon Sekolah Terungkap
Seorang remaja laki-laki berinisial MR (16) yang ditemukan meninggal di atas plafon sekolah SMK Pariwisata Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Belitung Timur akhirnya diketahui penyebab kematianya. Penemuan mayat ini terjadi pada Senin (2/3/2026), saat seorang guru honorer sedang membersihkan gudang.
Penemuan Mayat di Atas Plafon
Awalnya, saksi yang merupakan seorang guru mengunjungi gudang untuk membersihkannya. Saat tiba di lokasi, ia melihat material plafon sudah berjatuhan ke lantai. Ia merasa ada yang tidak wajar dan memeriksa jendela gudang yang ternyata terbuka. Dari dalam jendela, ia melihat benda asing yang tersangkut di bagian atas plafon. Setelah mengecek lebih dekat, ia menyadari bahwa benda tersebut adalah jasad manusia. Ia langsung melaporkan temuannya ke pihak sekolah, yang kemudian meneruskannya ke Polsek Manggar.
Unit Identifikasi Polres Beltim segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Proses evakuasi cukup rumit karena posisi korban berada di rangka atap. Dari hasil pengamatan awal, diduga korban masuk ke area plafon melalui bagian luar bangunan. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya dua buah meja yang disusun bertumpuk di luar ruangan, yang diduga digunakan sebagai pijakan untuk naik ke plafon luar.
Bukti Kecelakaan Akibat Sengatan Listrik
Korban ditemukan dalam posisi tergantung dengan kaki tersangkut di rangka baja bangunan. Tangan kiri korban masih memegang sebuah gunting, sementara ujung kaki korban menempel pada kabel listrik yang masih menyala. Hasil pemeriksaan medis dari RSUD Belitung Timur memperkuat dugaan adanya sengatan listrik. Dokter menemukan luka bakar di bagian jempol tangan kanan korban, yang identik dengan titik masuk atau keluar arus listrik. Selain itu, ditemukan juga tanda-tanda sianosis atau bekas biru di beberapa bagian badan dan wajah korban.
Hasil visum juga menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik akibat benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh MR. Hal ini menepis spekulasi adanya tindak penganiayaan sebelum korban ditemukan. Dari tingkat kaku mayat dan kondisi jenazah, diperkirakan kematian terjadi dalam rentang waktu 24 hingga 48 jam sebelum ditemukan. Kondisi jasad yang mulai mengeluarkan bau menyengat juga selaras dengan perkiraan waktu kematian dari tim medis.
Motif Korban Naik di Atas Plafon
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mengenai motif korban berada di atas plafon gudang sekolah. Dari fakta lapangan, diketahui bahwa korban masuk secara tidak resmi melalui plafon luar. Meja yang disusun dua tingkat di luar ruangan menjadi bukti bahwa korban menggunakan alat bantu untuk memanjat. Namun, mengapa korban membawa gunting dan mengapa ia naik ke sana tetap menjadi pertanyaan besar.
Keluarga korban yang mendapatkan kabar duka ini nampak terpukul. Mengingat orang tua dan kakek korban bekerja di sekolah SMK Pariwisata, suasana duka menyelimuti lingkungan sekolah tersebut. Setelah proses visum di RSUD Belitung Timur selesai dilakukan, pihak kepolisian langsung menyerahkan jenazah MR kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
Kesimpulan Kasus
Polres Belitung Timur menyatakan bahwa kasus ini untuk sementara disimpulkan sebagai kecelakaan murni akibat sengatan listrik. Meski demikian, pengumpulan informasi tambahan masih dilakukan guna menutup celah informasi dalam kasus ini. Dengan ditemukannya bukti-bukti kuat di TKP dan hasil visum medis, kasus ini bisa dianggap selesai. Namun, investigasi tetap dilakukan untuk memastikan semua aspek terungkap.





