jatim.
SURABAYA – Penemuan dua jenazah ibu dan anak di kawasan bekas asrama Polri Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Rabu (25/2), mengungkapkan fakta baru yang mengejutkan.
Polisi menemukan adanya zat kimia kuat di lokasi kejadian yang diduga berkaitan dengan kematian korban. Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan bahwa di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan cairan kimia berwarna hijau yang diduga merupakan jenis pembersih lantai porstex, selain sejumlah barang bukti lain.
“Di TKP terdapat cairan kimia yang cukup kuat. Ini yang masih kami dalami melalui uji laboratorium,” ujar Dimas, Kamis (26/2).
Identitas korban diketahui adalah SK (35), warga Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, serta anaknya berinisial NC (6) yang masih berusia enam tahun. Hasil pemeriksaan forensik kemudian memperkuat adanya paparan zat berbahaya tersebut. Berdasarkan autopsi, kedua korban dinyatakan meninggal dunia akibat mati lemas setelah menghirup asap.
“Secara visual tidak ditemukan luka akibat benda tajam. Namun terdapat luka bakar pada area kulit,” kata Dimas.
Temuan yang cukup menonjol, lanjutnya, adalah adanya luka melepuh pada bagian pipi anak korban yang diduga akibat paparan zat kimia basah kuat. Sementara pada tubuh ibu korban, dokter forensik menemukan kerusakan pada tenggorokan hingga organ dalam yang juga diduga disebabkan zat kimia tersebut.
Walakin, pihak kepolisian belum dapat memastikan jenis pasti zat kimia yang mengenai tubuh korban. Kepastian kandungan cairan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Namun, dokter belum bisa menyimpulkan zat kimia apa yang ada di tubuh korban. Hal itu perlu dilakukan uji laboratorium,” katanya.
Sebelumnya, warga Desa Rejoagung digegerkan dengan penemuan dua jenazah perempuan di bangunan bekas asrama milik Polsek Ploso yang sudah lama tidak digunakan. Laporan pertama diterima polisi sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat ditemukan, kedua jenazah dalam kondisi terdapat luka bakar di beberapa bagian tubuh. Polisi juga sempat mendapati adanya lebam, namun penyebab pastinya dipastikan melalui pemeriksaan forensik.
Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta menunggu hasil uji laboratorium sebelum menggelar kesimpulan akhir perkara tersebut.





