Polisi Turun Tangan, TikTokers Tak Kembalikan Dana Endorse

2466ab50 5200 11ee 8a5e 9b8e58b36a19 1
2466ab50 5200 11ee 8a5e 9b8e58b36a19 1

Kasus TikTokers Diduga Tidak Mengembalikan Dana Endorse

Seorang TikTokers yang dikenal dengan inisial PS diduga tidak mengembalikan uang endorse sebesar Rp 1 juta kepada seorang pedagang bernama Anggi Pamungkas (26). Uang tersebut merupakan biaya untuk promosi usaha mi ayam milik Anggi yang baru saja dibuka. Namun, konten endorse yang dijanjikan oleh PS tidak kunjung tayang di akun TikTok-nya, sehingga memicu ketidakpuasan dari pihak Anggi.

Awal mula permasalahan ini terjadi ketika Anggi menghubungi PS untuk meminta bantuan promosi usaha barunya. Keduanya bertemu pada 29 Januari 2026, tepat saat Anggi merayakan grand opening usaha mi ayamnya. PS, yang dikenal sebagai salah satu TikTokers ternama di Cikarang, disebut memiliki banyak pengikut dan pengaruh di media sosial.

Setelah melakukan negosiasi, kedua belah pihak sepakat bahwa PS akan membuat konten endorse untuk usaha Anggi dengan biaya sebesar Rp 1 juta. Namun, hingga kini, konten tersebut belum juga tayang. Justru, PS disebut mengunggah konten tentang banjir, bukan konten promosi usaha Anggi.

Pada 31 Januari 2026, PS menyampaikan bahwa dirinya sedang sakit dan tidak dapat mengunggah konten. Ia juga menawarkan pengembalian dana, namun sampai saat ini, uang tersebut belum juga dikembalikan. Anggi mengaku sudah lima kali mendatangi rumah PS, tetapi akhirnya diusir oleh pemilik rumah.

Penanganan Oleh Aparat Kepolisian

Menanggapi laporan ini, aparat kepolisian dari Polres Metro Bekasi berencana memanggil PS untuk dimintai keterangan. Meski belum ada laporan resmi yang masuk, polisi akan mencoba mempertemukan para korban dengan terduga pelaku dalam rangka mediasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jerico Lavian Chandra, menyatakan bahwa rencana mediasi akan dilakukan pada hari Senin. “Ini berdasarkan permintaan dari para korban,” ujar Jerico, seperti yang dilaporkan oleh sumber berita lokal.

Perkembangan Terbaru

Anggi mengungkapkan bahwa ia sangat kecewa dengan tindakan PS yang tidak menepati janji. Ia merasa dirugikan secara finansial dan juga merasa tidak dihargai sebagai pelaku usaha. Meskipun telah mencoba berkomunikasi secara baik, PS tidak memberikan jawaban yang jelas atau solusi yang memadai.

Dalam situasi seperti ini, Anggi berharap adanya intervensi dari pihak berwajib agar kasus ini dapat diselesaikan secara adil. Ia juga berharap agar PS dapat bertanggung jawab atas tindakannya dan segera mengembalikan uang yang telah ia terima.

Kesimpulan

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kepercayaan dalam bisnis, terutama dalam kerja sama antara influencer dan pelaku usaha. Dengan semakin maraknya penggunaan media sosial untuk promosi, maka diperlukan kesadaran dan tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat. Dengan adanya langkah-langkah dari aparat kepolisian, diharapkan kasus seperti ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Pos terkait