Kronologi Kecelakaan KM Almujib yang Diduga Ditabrak Kapal Tongkang
Kasus kecelakaan laut yang menimpa kapal nelayan KM Almujib kini mulai terungkap melalui penyelidikan pihak berwajib. Kejadian tersebut terjadi di perairan sekitar Pulau Rakit atau Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (28/2/2028) malam. Dalam insiden ini, dua anak buah kapal (ABK) meninggal dunia, empat lainnya hilang, dan dua orang berhasil diselamatkan.
KM Almujib diketahui berangkat dari Karangsong menuju Pulau Biawak untuk mencari ikan. Kapal yang dinahkodai oleh Jupri Priyanto tersebut membawa delapan ABK. Selama perjalanan, mereka berlayar hingga tiba di lokasi tujuan dan langsung menebar jala. Setelah selesai menebar jala, para ABK memutuskan untuk beristirahat sambil mesin kapal dimatikan.
Pada sekitar pukul 22.00 WIB, salah satu ABK terbangun dan melihat kapal tongkang bernomor lumbung 3009 mendekati KM Almujib. Saat itu, mesin kapal nelayan tersebut dalam kondisi mati, sehingga tidak mampu menghindari tabrakan. Tabrakan terjadi secara tiba-tiba, dan benturan keras berlangsung selama sekitar 10 menit. Akibatnya, air masuk ke dalam kapal dan akhirnya KM Almujib tenggelam.
Dalam situasi mencekam, para ABK berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada jeriken maupun stereofoam atau gabus sintetis. Dua korban yang meninggal dunia sempat berpegangan pada tali kapal tongkang, tetapi tidak kuat dan akhirnya terlepas. Mereka ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
Sementara itu, dua ABK lainnya berhasil bertahan dengan berpegangan pada jeriken bekas wadah solar dan gabus sintetis. Mereka akhirnya diselamatkan oleh KM Sri Mulya pada Minggu dinihari sekitar pukul 04.30 WIB setelah terombang-ambing di lautan hampir semalaman. Kedua korban tersebut langsung dievakuasi ke daratan.
Jenazah dua ABK yang meninggal dunia telah dievakuasi oleh KM Cahaya Langgung dan dibawa ke Karangsong, Indramayu, untuk diserahkan kepada pihak kepolisian. Sementara empat ABK lainnya masih dinyatakan hilang.
Petugas Polres Indramayu kini sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap empat ABK yang hilang. Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, menjelaskan bahwa penyelidikan terhadap kapal tongkang yang diduga menabrak KM Almujib masih terus berlangsung. Selain itu, barang bukti bangkai kapal KM Almujib juga ditemukan mengapung di sekitar lokasi kejadian.
Fakta-Fakta Terkait Kecelakaan
- Waktu kejadian: Pukul 22.00 WIB pada Sabtu (28/2/2028)
- Lokasi kejadian: Perairan sekitar Pulau Rakit atau Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu
- Jumlah korban:
- 2 meninggal dunia
- 4 hilang
- 2 selamat
- Kondisi kapal KM Almujib: Mesin dalam keadaan mati saat kejadian
- Kapal penabrak: Kapal tongkang bernomor lumbung 3009
- Alat bantu penyelamatan: Jeriken, stereofoam, dan gabus sintetis
- Penyelamatan: Dilakukan oleh KM Sri Mulya dan KM Cahaya Langgung
- Tindakan lanjutan: Operasi pencarian dan penyelidikan terhadap kapal penabrak





