Polisi ungkap pelaku penembakan Hercules di Yahukimo, identitas Meno Kogoya terungkap

1598660357365 Kapolda Papua 1
1598660357365 Kapolda Papua 1

Identitas Pelaku Kekerasan Bersenjata Terungkap

Pengungkapan identitas pelaku kekerasan bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, terus dilakukan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Dalam beberapa waktu terakhir, aparat berhasil mengidentifikasi sejumlah nama yang terlibat dalam berbagai aksi penembakan dan pembunuhan sejak tahun 2023 hingga awal 2026.

Salah satu nama yang kini terbukti terlibat adalah Meno Kogoya. Sebelumnya, ia tidak teridentifikasi dalam penyelidikan. Namun, setelah pengembangan penyidikan yang intensif, pihak kepolisian memastikan bahwa Meno Kogoya terlibat dalam beberapa tindak pidana kekerasan. Beberapa peristiwa yang dikaitkan dengan dirinya antara lain pembunuhan dua pendulang emas pada 20 September 2025, penembakan mobil Hilux Armor pada 22 September 2025, penembakan Avanza putih pada 29 Desember 2025, serta penembakan pesawat Hercules pada 14 Januari 2026.

Selain Meno Kogoya, ada tiga nama lain yang sebelumnya sudah teridentifikasi namun perkembangan kasusnya berkembang ke tindak pidana lainnya. Salah satunya adalah Kotor Payage alias Kotoran Giban. Ia diduga terlibat dalam berbagai aksi penembakan, termasuk penembakan mobil Strada putih pada Maret 2024, penembakan terhadap Serka Segar Mulyana pada 16 Juni 2025, penembakan Avanza putih pada 29 Desember 2025, penembakan pesawat Hercules di Bandara Nop Goliat Dekai pada 14 Januari 2026, serta penembakan truk box di Kilometer 7 Logpon pada 30 Januari 2026.

Nama lain yang juga disebut dalam kasus ini adalah Enage Heluka, yang diduga terlibat dalam pengambilan video pernyataan pasca penembakan pada 12 Februari 2026. Sementara itu, Homi Heluka memiliki dugaan keterlibatan lebih panjang, seperti pembakaran mobil polisi di Jalan Statistik pada 2023, pembunuhan di Kali Silet pada 11 Februari 2024, serta penembakan sopir truk di Jalan Logpon pada 12 Februari 2026. Korban dalam peristiwa terakhir dilaporkan selamat dan telah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua.

Penegakan Hukum Dilakukan Secara Profesional

Menanggapi perkembangan kasus ini, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur terhadap setiap pelaku kekerasan bersenjata yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua.

“Penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional dan berbasis bukti, guna memberikan kepastian hukum serta menjamin rasa aman bagi warga,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menambahkan bahwa selain kelompok kriminal bersenjata, aparat juga mendalami aktivitas kelompok yang dikategorikan sebagai kelompok kriminal politik. Kelompok ini tidak hanya melakukan kekerasan, tetapi juga menyebarkan narasi dan dokumentasi aksi mereka melalui media sosial. Saat ini, pihak kepolisian melakukan profiling secara mendalam dan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Upaya Mencegah Eskalasi Kekerasan

Di samping proses penegakan hukum, aparat keamanan terus meningkatkan patroli di titik dan waktu rawan, serta melakukan pemetaan terhadap basis-basis yang diduga menjadi lokasi aktivitas kelompok tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mencegah eskalasi kekerasan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.

Tindakan Lanjutan dari Satgas Operasi Damai Cartenz

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terus mengembangkan penyidikan terhadap rangkaian kasus kekerasan bersenjata yang terjadi di wilayah tersebut. Dengan pengungkapan identitas pelaku, pihak kepolisian berharap dapat memberikan keadilan bagi korban dan mencegah terulangnya kejadian serupa.


Pos terkait