Polres Parepare Kehilangan Kontrol? Suporter Bawa Flare dan Petasan Masuk Lapangan usai Laga PSM vs Persita

202506051056 Main.cropped 1749095791
202506051056 Main.cropped 1749095791

Kericuhan di Akhir Laga PSM Makassar vs Persita Tangerang

Pada malam hari Senin (2/3/2026), sebuah kericuhan kecil terjadi saat laga PSM Makassar melawan Persita Tangerang berakhir di Stadion BJ Habibie, Parepare. Pertandingan ini berakhir dengan skor 2-4 untuk kemenangan tim tamu, Persita Tangerang.

PSM Makassar sebelumnya sempat unggul dua gol lebih dulu, namun gagal mempertahankan keunggulan tersebut. Kekalahan ini menjadi yang keempat secara beruntun bagi PSM, atau yang sering disebut sebagai Juku Eja. Kekecewaan suporter pun mulai memuncak, dan beberapa dari mereka turun ke lapangan saat pemain sedang meninggalkan arena pertandingan.

Beberapa penonton menyalakan flare dan melemparkan petasan. Bahkan ada yang mencoba merusak fasilitas stadion. Flare dan petasan adalah dua jenis benda yang menghasilkan api atau ledakan kecil, tetapi fungsinya berbeda. Flare biasanya digunakan sebagai alat suar yang menghasilkan nyala api terang disertai asap berwarna. Biasanya digunakan untuk sinyal darurat di laut atau gunung, serta efek visual di stadion oleh suporter. Namun di stadion, flare dilarang karena berisiko kebakaran, menghasilkan asap tebal, dan bisa melukai orang di sekitar.

Petasan, di sisi lain, adalah benda yang mengandung bahan peledak ringan dan menghasilkan suara ledakan keras saat dinyalakan. Umumnya digunakan dalam perayaan seperti tahun baru atau tradisi tertentu. Di area publik seperti stadion, petasan juga dilarang karena bisa mengganggu keamanan, menyebabkan kepanikan, dan berpotensi melukai penonton.

Penjelasan dari Kapolres Parepare

Kapolres Parepare, Indra Waspada Yuda, mengakui adanya barang terlarang yang berhasil masuk ke stadion. Namun ia membantah pengamanan kecolongan. “Bukan kecolongan, tetapi memang berhasil lolos. Pengamanan dilakukan malam hari, visual terbatas. Ada beberapa titik pemeriksaan yang tidak didukung pencahayaan baik,” ujarnya kepada ai laga.

Ia menyebut insiden tersebut sebagai luapan emosi suporter akibat rentetan hasil buruk PSM. “Sampai saat ini belum ada laporan kontak fisik dengan pemain. Tadi hanya riak-riak sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan motivasi,” katanya.

Pengurangan Personel Pengamanan

Indra juga mengakui jumlah personel pengamanan dikurangi dalam laga tersebut. Penyesuaian dilakukan berdasarkan jumlah tiket terjual serta prediksi intelijen. “Perkiraan penonton sedikit, sehingga jumlah personel kita kurangi,” ungkapnya.

Insiden ini dipastikan menjadi perhatian operator Super League dan PSSI. Bukan tak mungkin PSM terancam sanksi.

Kekalahan Comeback, Tren Buruk Berlanjut

Dalam laga pekan ke-24 Super League 2025/2026, PSM sebenarnya tampil meyakinkan di awal pertandingan. Yuran Fernandes membuka skor lewat penalti menit ke-9. Keunggulan digandakan Aloisio Neto Soares melalui sundulan pada menit ke-26. Namun keunggulan itu sirna dalam dua menit. Aleksa Andrejic memperkecil lewat penalti menit ke-35. Pablo Ganet menyamakan skor dua menit berselang. Persita berbalik unggul lewat Royco Rodriguez menit ke-75. Aksi solo run Hokky Caraka di menit ke-88 memastikan kemenangan 4-2 bagi tim tamu.

Hasil ini memperpanjang tren negatif PSM. Dalam 12 laga terakhir, tim asuhan Tomas Trucha hanya meraih satu kemenangan. Sembilan kali kalah dan dua kali imbang. Tekanan terhadap manajemen dan tim pun semakin besar.

Jarak Makassar – Parepare

Stadion BJ Habibie berada di Kota Parepare. Jarak dari Kota Makassar ke Stadion BJ Habibie sekitar 155–165 kilometer melalui jalur darat. Waktu tempuh normal 3–4 jam perjalanan via Trans Sulawesi (tergantung kondisi lalu lintas). Rute umum: Makassar – Maros – Pangkep – Barru – Parepare.

Pos terkait