Polri Siapkan Pengaturan Lalu Lintas Saat Mudik Lebaran 2026

Aa1knuee 1
Aa1knuee 1

Persiapan Polri dalam Menghadapi Operasi Ketupat 2026

Polri telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengatur arus lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang terjadi pada masa arus mudik dan balik Lebaran. Wakil Kepala Polri, Komjen Pol Dedi Prasetyo, menjelaskan bahwa skema rekayasa lalu lintas akan diterapkan di beberapa ruas tol serta titik-titik rawan kepadatan.

“Untuk memastikan kelancaran operasi tersebut, nantinya akan ada beberapa kegiatan manajemen rekayasa arus lalu lintas di jalur tol. Di antaranya adalah sistem ganjil genap, one way, contraflow, delaying system, serta buffer zone di pelabuhan,” ujar Dedi saat ditemui di Gedung PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Selain pengaturan lalu lintas, Polri juga menyiagakan tim quick response untuk menangani situasi darurat yang bisa mengganggu kelancaran arus mudik. Tim ini akan siap bertindak cepat dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang muncul.

Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Untuk mendukung operasi ini, Polri melibatkan sebanyak 161.243 personel gabungan. Dedi juga menyampaikan hasil survei dari Kementerian Perhubungan yang memperkirakan jumlah pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang.

“Angka ini sedikit turun dibandingkan tahun 2025, yaitu sebesar 2,57 juta orang atau 1,75 persen. Pada tahun 2025, jumlahnya mencapai 146,4 juta orang,” tambahnya.

Meskipun ada penurunan secara survei, Polri tetap waspada terhadap kemungkinan peningkatan jumlah kendaraan di lapangan. Hal ini karena periode mudik tahun ini beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi.

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik

Menurut prediksi, puncak arus mudik akan terbagi dalam dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 25-26 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.

Selain pengaturan lalu lintas, Polri juga menyiagakan 2.746 posko yang terdiri atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Posko-posko ini akan digunakan untuk mengamankan 185.608 obyek, termasuk tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan obyek wisata.

Layanan dan Fasilitas yang Disiapkan

Polri juga memberikan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian setempat bagi masyarakat yang akan melakukan kegiatan mudik. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan keamanan kendaraan selama masa mudik.

Selain itu, Polri mengoptimalkan layanan 110 sebagai hotline untuk menerima pengaduan, laporan tanggap darurat, dan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan bantuan dari kepolisian. Layanan ini akan tersedia selama operasi berlangsung.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Polri berharap dapat memastikan kelancaran dan keamanan selama Operasi Ketupat 2026.

Pos terkait