Berita Populer di Kalimantan Timur: Target Zakat, Pembangunan Jamban Sehat, dan Kecelakaan Maut di Balikpapan
1. BAZNAS Samarinda Targetkan Penerimaan Zakat Rp14 Miliar Tahun Ini
Potensi zakat di Kota Samarinda diperkirakan mencapai ratusan miliar per tahun. Namun, hingga saat ini angka tersebut belum sepenuhnya tergarap secara optimal. Untuk tahun ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Samarinda menetapkan target realistis sebesar Rp14 miliar, sembari memperkuat sistem penghimpunan dan penyaluran agar lebih akuntabel dan tepat sasaran.
Kepala BAZNAS Samarinda, Ahmad Syahir Idris, menyampaikan bahwa potensi zakat di Samarinda sangat besar, tetapi masih membutuhkan penguatan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat. Ia mengakui bahwa capaian penghimpunan pada tahun sebelumnya belum mencapai angka tersebut. Hal ini, menurutnya, bukan semata soal potensi, melainkan kesiapan program dan kemudahan layanan bagi para muzakki.
Untuk memastikan dana zakat tepat sasaran, BAZNAS menerapkan mekanisme asesmen berlapis. Proses tersebut dimulai dari pendataan di tingkat RT dan kelurahan, kemudian diverifikasi di kecamatan sebelum diajukan ke BAZNAS. Setelah itu dilakukan asesmen internal, survei lapangan, serta wawancara untuk mengetahui kondisi psikologis calon penerima manfaat dan rencana usaha yang akan dijalankan.
Bantuan yang diberikan pun tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan barang sesuai kebutuhan usaha. Setelah penyaluran, dilakukan evaluasi dan pendampingan selama tiga bulan guna memastikan bantuan benar-benar produktif dan berkelanjutan. Skema ini telah berjalan di delapan kecamatan di Samarinda.
Dalam upaya meningkatkan penghimpunan, BAZNAS Samarinda juga memperluas kanal pembayaran zakat. Hingga kini, telah terjalin kerja sama dengan hampir 325 masjid, musala, dan langgar melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang direkomendasikan oleh BAZNAS Samarinda. Masyarakat yang ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat menyalurkannya melalui UPZ tersebut apabila tidak dapat datang langsung ke kantor BAZNAS. Selain itu, tersedia layanan “call zakat” bagi muzakki yang membutuhkan layanan jemput zakat.
2. Kutai Timur Targetkan Ribuan Jamban Sehat, Rantau Pulung Jadi Pelopor Bebas BABS
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memacu program sanitasi layak sebagai langkah nyata menekan angka stunting. Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan jamban sehat dan pemasangan tangki septik bagi warga di berbagai kecamatan. Langkah ini dilakukan bukan tanpa alasan. Sanitasi yang buruk dianggap sebagai salah satu pemicu utama penyakit berbasis lingkungan yang berdampak langsung pada tumbuh kembang anak atau stunting.
Sejauh ini, Kecamatan Rantau Pulung berhasil menjadi sorotan karena menjadi wilayah pertama di Kutim yang menyandang status Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari praktik buang air besar sembarangan. Predikat ODF di Rantau Pulung ini bukan sekadar urusan administratif, tapi bukti adanya perubahan perilaku masyarakat yang kini jauh lebih sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.
Pencapaian di Rantau Pulung tersebut didukung dengan pembangunan sebanyak 356 unit jamban sehat. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi kecamatan lain di Kutai Timur untuk melakukan langkah serupa. Berdasarkan data yang dihimpun, komitmen Pemkab Kutim memang terlihat konsisten. Sepanjang tahun 2025 lalu, tercatat sudah ada 223 unit jamban sehat yang selesai dibangun dan tersebar di beberapa titik strategis.
Memasuki tahun 2026 ini, Dinas Kesehatan Kutim kembali merencanakan penambahan 176 unit jamban sehat. Program ini menyasar keluarga yang selama ini memang belum memiliki akses sanitasi yang memadai di rumah mereka. Tak hanya Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) juga ikut bergerak. Mereka menargetkan pemasangan ribuan tangki septik individual, termasuk penggunaan teknologi bio-septic tank yang ramah lingkungan.
3. Empat Fakta Kecelakaan Maut di Kariangau Balikpapan, Dua Remaja Tetangga Tewas hingga Sopir Truk Dibekuk
Kawasan Kariangau, Balikpapan Barat, berduka. Insiden kecelakaan lalu-lintas maut terjadi di Jalan Sultan Hasanuddin RT 16, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur tepat di dekat persimpangan SMP Negeri 16 Balikpapan pada Kamis (26/2/2026) malam. Kecelakaan maut truk vs motor di depan SMPN 16 Balikpapan merenggut nyawa dua remaja yang masih sangat muda.
Berikut adalah 4 fakta terkait kecelakaan tragis tersebut yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian:
-
Kronologi Kejadian Setelah Waktu Isya
Kecelakaan bermula saat kondisi jalanan mulai lengang usai ibadah shalat Isya, tepatnya sekitar pukul 20.30 Wita. Insiden ini melibatkan satu unit truk roda enam bernomor polisi KT 8402 YM dan sepeda motor matic dengan nomor polisi KT 4978 VR. Kerasnya benturan membuat sepeda motor korban sempat terjepit di kolong truk, memicu kerumunan warga yang ingin memberikan pertolongan. -
Identitas Korban Dua Remaja Tetangga
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa terdapat dua korban jiwa dalam peristiwa memilukan ini. Keduanya merupakan warga RT 14 Kelurahan Kariangau. Identitas korban diketahui bernama Muhammad Gilang Al Amin, 13 tahun dan Muhammad Fadly Firdaus, 17 tahun. Bhabinkamtibmas Kariangau, Aiptu Eko Yudi Pramono, menyebut laporan diterima dari Ketua RT setempat pada pukul 20.45 Wita. -
Evakuasi Cepat ke RSKD
Petugas kepolisian bersama warga bergerak cepat melakukan evakuasi. Jenazah kedua remaja tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan menggunakan mobil ambulans. “Kami langsung ke TKP dan menangani korban untuk segera dievakuasi ke RSKD,” jelas Aiptu Eko Yudi Pramono. -
Sopir Truk dan Barang Bukti Diamankan
Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, Unit Laka Satlantas Polresta Balikpapan telah mengamankan sopir truk untuk dimintai keterangan. Barang bukti berupa sepeda motor matic milik korban dan truk roda enam juga telah dibawa ke Mako Polresta Balikpapan. Polisi kini tengah melakukan olah TKP untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan maut ini.





