Perayaan Cap Go Meh di Kampung Cina Manado Mulai Meriah
Malam menjelang perayaan Cap Go Meh 2026, suasana di Kampung Cina Manado semakin meriah dengan tampilnya atraksi Barongsai yang menarik perhatian warga dan pengunjung. Atraksi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol toleransi antarumat beragama yang saling menghargai.
Di halaman Kelenteng Kwan Kong dan Kelenteng Ban Hing Kiong, sekelompok Barongsai tampil dengan gerakan unik dan lucu, seperti “berburu” angpao dari warga. Anak-anak menjadi sasaran utama dalam aktivitas ini, sementara orang tua seringkali luluh memberikan angpao. Selain itu, Barongsai juga menampilkan aksi langka seperti “bermain sepakbola,” di mana bola digigit dan ditendang oleh para pemain Barongsai, memancing tawa dan antusiasme dari penonton.
Di sisi lain, pertunjukan Liong juga turut memeriahkan malam tersebut. Pemain Liong bergerak cepat dan lincah, seolah memburu mustika, memukau warga maupun wisatawan asing yang hadir. Kehadiran atraksi ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Banyak warga dari berbagai latar belakang ikut menyaksikan dan bahkan memberikan angpao untuk Barongsai.
Persiapan Puncak Cap Go Meh Terus Dilakukan
Sebanyak 11 Tang Sin dari sembilan kelenteng akan tampil dalam puncak perayaan Cap Go Meh di Kampung Cina Manado. Mereka akan didampingi 14 kio atau usungan dalam arak-arakan yang dibagi menjadi barisan ritual dan non-ritual. Barisan non-ritual akan menampilkan ragam budaya dari berbagai daerah di Sulawesi Utara, seperti kabasaran, musik bambu, dan pertunjukan budaya lainnya.
Rute pawai tetap menggunakan pola “kupu-kupu” yang mengelilingi kawasan Kampung Cina, sama seperti tahun sebelumnya. Sebagai persiapan spiritual, umat Tridharma telah menjalani puasa Cia Cai selama 10 hari. Ketua Perhimpunan Tempat Ibadah Tridharma (PTITD) Manado, Ridwan Sanyoto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan dosa manusia sekaligus menghadirkan rezeki, kemuliaan, dan kemakmuran bagi umat.
Ritual Sembahyang Hari Kemuliaan Kwan Kong
Umat Tridharma di Kelenteng Kwan Kong, Kampung Cina Manado, menggelar sembahyang Hari Kemuliaan Kwan Kong, Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini digelar dua hari menjelang prosesi Goan Siau atau Cap Go Meh 2026. Prosesi berlangsung khusyuk, dengan Tang Sin tampil dengan gerakan atraktif sekaligus memberkati umat. Beberapa umat juga menerima ritual penyembuhan, di mana Tang Sin membubuhkan kuas ke tangan atau bagian tubuh lainnya.
Beberapa adegan yang terlihat antara lain seorang anak disentuh bagian belakangnya oleh Tang Sin untuk keperluan penyembuhan. Ridwan Sanyoto menjelaskan bahwa sembahyang Hari Kemuliaan Kwan Kong bertujuan membersihkan dosa manusia sekaligus menghadirkan rezeki, kemuliaan, dan kemakmuran bagi umat.
Atraksi Barongsai yang Menarik Minat Warga
Atraksi Barongsai dan Liong sukses menarik perhatian warga dari berbagai usia dan latar belakang. Di halaman Kelenteng Kwan Kong, delapan Barongsai terlihat beraksi menghibur pengunjung. Dengan gaya atraktif, mereka “berburu” angpao dari warga. Barongsai menjemput angpao dengan berbagai gerakan lucu dan penuh ekspresi, bahkan menirukan aksi mencium anak yang baik hati.
Suasana kian hangat saat malam semakin larut, dengan pengunjung yang terus berdatangan. Di Kelenteng Ban Hing Kiong, pertunjukan Liong menambah kemeriahan. Liong dimainkan beberapa pemuda dengan gerakan cepat dan lincah, seolah memburu mustika, memukau warga maupun wisatawan asing yang hadir. Banyak pengunjung mengaku senang dapat menikmati hiburan jelang Cap Go Meh bersama keluarga.
Anak-anak tampak paling antusias, bahkan enggan meninggalkan lokasi sebelum pertunjukan selesai. Atraksi ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menunjukkan kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Banyak warga dari berbagai latar belakang ikut menyaksikan, bahkan memberikan angpao untuk Barongsai.





