Potongan tubuh ditemukan di Pantai Ketewel, polisi duga WNA Ukraina yang diculik

123439819 Cars
123439819 Cars

Penemuan Potongan Tubuh di Pantai Ketewel, Polisi Lakukan Pemeriksaan DNA

Pada hari Kamis (26/2/2026), sejumlah potongan tubuh manusia ditemukan di muara Sungai Wos kawasan Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh warga yang sedang beraktivitas jogging di lokasi tersebut sekitar pukul 10.00 Wita.

Awalnya, warga setempat menemukan potongan kepala yang sudah dalam kondisi membusuk di lokasi kejadian. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Sukawati. Petugas yang menerima laporan langsung datang ke lokasi bersama tim Inafis Polres Gianyar untuk melakukan penyisiran dan mencari potongan tubuh lainnya di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala Seksi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita mengatakan bahwa identitas korban masih dalam penyelidikan. Saat ini, tim Polda Bali dan Polres Gianyar sedang menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil penyisiran oleh tim gabungan, ditemukan beberapa potongan tubuh di sekitar TKP.

Saat ini, potongan tubuh korban telah dievakusi dan dibawa ke Rumah Sakit Prof Ngoerag Denpasar untuk diidentifikasi. Proses identifikasi ini dilakukan dengan berbagai metode, termasuk uji DNA dan pemeriksaan ciri fisik.

Diduga Korban Penculikan WNA Ukraina

Menurut Kabid Humas Polda Bali, Kombes Polisi Ariasandy, salah satu langkah yang dilakukan oleh tim penyidik adalah pencocokan sampel DNA dengan profil WNA asal Ukraina yang diduga menjadi korban penculikan sebelum ditemukan tewas. Ariasandy membenarkan bahwa profil WNA tersebut masuk dalam daftar prioritas pencocokan. Selain itu, sampel DNA juga akan dicocokkan dengan korban-korban yang dinyatakan hilang.

“Ya, termasuk salah satunya itu (WNA Ukraina). Jadi kita berkoordinasi dengan pihak keluarga, kemudian mengambil sampel DNA untuk kita cocokkan dengan penemuan mayat ini, apakah cocok atau tidak,” kata Ariasandy, Jumat (27/2/2026).

Selain uji DNA, polisi juga tengah mendalami kemiripan ciri fisik, terutama mengenai adanya tato pada potongan tubuh yang ditemukan. Meski ada dugaan kuat mengenai kemiripan tato tersebut dengan identitas korban penculikan, pihak kepolisian tetap mengedepankan prinsip scientific crime investigation.

Proses Identifikasi yang Komprehensif

Ariasandy menjelaskan bahwa kondisi jenazah yang sudah mulai mengalami pembusukan membuat tim forensik harus bekerja ekstra hati-hati. Ia menyatakan bahwa dugaan-dugaan mengenai ciri fisik memang ada, namun kepastian mutlak harus menunggu hasil analisis kedokteran forensik agar bisa disinkronkan dengan data korban yang dinyatakan hilang.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah bergerak cepat sejak penemuan potongan tubuh tersebut pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA. Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan secara intensif dengan melibatkan jajaran petinggi kepolisian setempat.

“Setelah kita evakuasi pasca penemuan kemarin, kita langsung melakukan olah TKP yang dipimpin oleh Dirreskrimum Polda Bali bersama Kapolres Gianyar dan tim Inafis Polda serta Polres untuk mengidentifikasi awal potongan-potongan tubuh tersebut,” ujar Ariasandy.

Dia mengonfirmasi bahwa jasad tersebut merupakan korban mutilasi karena ditemukan dalam kondisi terpisah-pisah, mulai dari kepala, tangan, bahu, paha, hingga telapak kaki dan organ dalam.




Pos terkait